Inilah 5 Konsekuensi Mengemudi Malam Hari Jarak Jauh

Inilah 5 Konsekuensi Mengemudi Malam Hari Jarak Jauh

Kegiatan mengemudi mutlak membutuhkan kondisi pengelihatan yang sehat. Hal ini semakin penting ketika memutuskan mengemudi, contohnya saat mudik, di malam hari. 

Tentunya kemampuan mata saat mengemudi di malam hari jelas sangat berbeda dibanding aktivitas mengemudi siang hari. "Ini efek dari tingkat kelelahan manusia, malam hari itu sinyal untuk badan beristirahat. Termasuk mata," ungkap Jusri Pulubuhu, Instruktur Senior Safety Driving - Jakarta Defensive Driving Consulting (22/6).

 

 

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui saat memutuskan mengemudi malam hari, terutama dalam jarak yang panjang. Hal ini tentu sangat berguna bagi Anda yang tengah dalam arus mudik Lebaran 2017 ini. Apa saja hal yang bisa timbul saat mengemudi di malam hari kaitannya dengan pengelihatan? Simak daftarnya berikut ini.

 

1. Mata bekerja lebih keras
Karena cahaya lebih sedikit, maka mata bekerja lebih berat dengan minimnya penerangan. 

 

2. Lebih cepat lelah
Masih ada kaitannya dengan point nomor 1, mata yang bekerja lebih berat otomatis menjadikan otak turut bekerja lebih keras memproses hasil visual kedua mata. Keputusan pun cenderung diproses lebih lama. Proses ini tentunya memakan tenaga yang cukup banyak dan menjadikan badan cepat lelah atau lapar.

 

 

3. Sangat rawan kantuk
Hal ini tentu sangat wajar, karena malam adalah waktu alamiah untuk badan beristirahat. Kantuk akan lebih cepat datang jika pengemudi sudah cukup lelah atau padat aktivitas di siang atau sore harinya. 

 

4. Mata lebih sulit memindai
Tak semua ruas jalan memiliki penerangan yang bagus. Ketika melintasi jalanan yang penerangan buruk maka mata tentunya lebih sulit memindai (scanning) segala objek di depan. Jika salah mengambil keputusan akibat minimnya penerangan ditambah buruknya sorot headlamp, maka sangat membahayakan.

 

5. Rawan kena sorot lampu kendaraan dari depan
Bukan cuma kendaraan pengguna lampu depan model xenon atau HID dengan sorot berlebihan, kontur jalan yang menurun juga bisa membuat mata pengemudi silau akibat pancaran kendaraan dari arah depan. Hal ini bisa sangat bahaya karena pengemudi kehilangan pandangan di depan beberapa saat.

 

Untuk mencegah semua konsekuensi di atas, maka pastikan Anda tak punya gangguan kesehatan atau pengaruh obat saat memutuskan mengemudi malam hari. Lantas pastikan Anda telah istirahat cukup sebelum mengemudi, dan sebaiknya di pagi serta siang harinya tak melakukan banyak kegiatan yang menguras tenaga.

Jika merasa tak yakin sebaiknya urungkan mengemudi jarak jauh di malam hari. 


 

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com