Anda Pilih Berlibur Ke Pantai? Ketahui Dampak Buruknya Bagi Mobil

Anda Pilih Berlibur Ke Pantai? Ketahui Dampak Buruknya Bagi Mobil

Pantai merupakan destinasi sebagian besar orang Indonesia kala berlibur. Apalagi di pulau Jawa banyak sekali pantai bagus yang bisa disambangi. Namun ketika anda mengemudikan mobil hingga ke pesisir pantai, ternyata ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Agar kondisi mobil tetap dalam kondisi prima.

Pereli dan brand ambassador Mitsubishi, Rifat Sungkar, menjelaskan bahwa bila kendaraan terpapar air laut, maka kita masih punya waktu untuk mengatasinya tetapi bersifat terbatas.

"Memang tidak akan pernah tahu kondisi jalan seperti apa, ternyata jalan ke suatu tempat dan ada air laut yang ada di jalan. Tidak harus khawatir karena kita punya golden time," ujarnya merujuk pada waktu penting untuk segera mengambil tindakan.

Golden time yang disebut Rifat adalah waktu yang sangat terbatas. Sebab, efek air laut begitu cepat dan tidak bisa tunggu keesokan harinya.

OtoDriver

"Jangan sampai air laut mengering dan buat kerak. Waktunya cuma 24 jam. Kami sepakat teman-teman offroad atau yang tinggal di pesisir pantai, ketika sudah kena air laut harus segera cuci dengan air tawar," kata Rifat.

Ia yang berbicara dalam program rutin Mitsubishi mengenai berbagi tips otomotif menjelaskan bahaya dari air laut. "Tingkat oksidasi air laut memang sangat mengganggu potensial problem ke depan," ujarnya lalu juga menjelaskan mobil yang terdampak tsunami.

Dengan pertimbangan bahwa air laut sudah total mengenai kendaraan, ia menyebut bahwa mobil yang terkena musibah seperti tsunami sudah harus menghadapi penggantian besar.

"Kalau mobil kena tsunami, kena gelombang, sepertinya itu sudah terminal damage dan harus diganti dan saya tidak rekomen ganti sebagian tapi harus semuanya. Karena sistem yang terkena kerak air laut pasti akan jadi masalah," ujarnya.

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com