BUS-TRUCK - Konflik Timur Tengah nyata berdampak pada fluktuasi pasokan dan harga BBM.
Salah satu sektor yang mendapat imbasnya adalah sektor logistik di Indonesia yang memiliki beragam kegiatan operasional distribusi tinggi.
Kondisi itu juga nyata mendorong sejumlah pelaku industri untuk segera berpindah ke solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Salah satunya dilakukan oleh PT Primarajuli Sukses (PRS) yang mulai mengimplementasi penggunaan kendaraan listrik untuk operasional distribusinya dengan dukungan Kalista sebagai penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial komprehensif.
Langkah ini tujuannya meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung target nasional menuju net zero emission pada 2060.
Dalam implementasinya, PRS menggunakan skema fleet-as-a-service dari Kalista lewat model operating lease.
Memungkinkan perusahaan melakukan transisi tanpa investasi awal pada aset kendaraan.
Untuk kepemilikan unit kendaraannya berada ranah pihak Kalista, sehingga seluruh aspek risiko dan tanggung jawab operasional, termasuk pemeliharaan, layanan purna jual, pengelolaan fitur, hingga integrasi IoT, sepenuhnya merupakan tanggung jawab Kalista bersama pemegang merek kendaraan.
Direktur Ever Shine Group, yang merupakan induk PRS, Michael Sung menyatakan keputusan strategis pihaknya mulai mengadopsi kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional guna menjawab tantangan kelangkaan BBM.
Kalista menyediakan beragam pilihan merek truk listrik yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan hasil uji jalan bersama (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Foton eMiller jadi salah satu pilihan untuk operator di bidang logistik (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Kabin Foton eMiller nyaman bak mobil penumpang membuat pengemudi bisa bekerja lebih tenang (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Baca juga: Kalista Tes Truk Listrik Heavy Duty Di Jalur Normal
Baca juga: Menjajal Perjalanan Bus Listrik Bekasi–Jogjakarta Tarif Rp 170 Ribu, Ini Plus Dan Minusnya
Penghematan biaya operasional secara signifikan
Penggunaan enam truk listrik akan digunakan untuk distribusi produk di area Jakarta dan Bandung dari sejumlah klien multiindustri punya kebutuhan soal pengiriman barang.
Sebelumnya sudah dilakukan uji coba untuk dua tipe truk, hasilnya ada penghematan biaya bahan bakar hingga 40 persen.
Dalam pelaksanaan operasioal harian pihak Kalista mengintegrasikan seluruh armada dengan Fleet Management System (FMS) KALISTA, K-Move Dashboard.
Memungkinkan pemantauan operasional secara real-time serta memberikan visibilitas menyeluruh terhadap pola penggunaan kendaraan.
Direktur Pengembangan Bisnis Kalista, Yoga Adiwinarto, dalam keterangan resminya menjelaskan pengunaan kendaraan listrik untuk kegiatan distribusi mampu menekan emisi serta biaya operasional secara keseluruhan yang mencapai 27 persen.
Untuk kolaborasi kali ini dipakai empat unit Foton E-Miller berkapasitas baterai 81,14 kWh dan daya angkut hingga 4 ton, kemudian ada dua unit Foton E-Aumark yang kapasitas baterainya 63,75 kWh dan daya angkut hingga 2,5 ton.
Pada sebuah kegiatan yang menempuh rute Tangerang-Bandung, proses pengisian daya selama 40 menit untukisi ulang daya listrik dari posisi 20 ke 80 persen dilakukan saat waktu istirahat.
Seluruh armada akan melakukan pengisian pertama pada SPKLU PRS yang berlokasi di fasilitas manufaktur PRS, Tigaraksa, Banten. (EW)
Kalista juga menyediakan beragam bus tenaga listrik untuk pasar Indonesia (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)







