BUS-TRUCK – Mitsubishi boleh berbangga dengan Triton yang banyak menguasai pasar pikap ukuran menengah. Salah satunya terjadi di Indonesia, di mana pikap Tiga Berlian menjadi salah satu dominator.
Tapi tidak demikian dengan kisah pikap mereka di Amerika Utara. Kiprahnya rontok lebih dari 15 tahun silam, ketika Mitsubishi Raider yang berbasis Dodge Dakota keluar dari pasar. Saat itulah mereka angkat bendera putih, kalah bersaing dengan Ford Ranger, Chevrolet Colorado, GMC Canyon, Toyota Tacoma, dan lainnya di kelas mid-size pickup.
Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Mitsubishi memutuskan untuk kembali lagi ke pasar pikap AS dengan bantuan Nissan.
Mengutip dari TheDrive, rumor tentang pikap baru Mitsubishi dengan basis Nissan sudah berembus sejak bertahun-tahun lalu. Waktu itu sempat terdengar bahwa kedua pabrikan yang bernaung di bawah atap Aliansi ini akan menghasilkan pikap unibody, seperti yang disodorkan Ford dengan Maverick yang ada saat ini.
Mitsubishi Raider (Foto : Motor Biscuit)
Tapi jika melihat kondisi keuangan Nissan belakangan ini, skenario itu terasa kurang realistis. Jauh lebih masuk akal bagi keduanya untuk membuat kendaraan baru dari basis yang sudah ada dan dibuat di AS. Keluarlah nama Frontier, yang digadang akan menelurkan kembarannya dengan label Tiga Berlian.
Hal ini diungkapkan setelah Mitsubishi memaparkan strategi bisnis Momentum 2030 pada pertemuan dealer di Tennessee, AS. Di sana dibeberkan juga rencana lainnya berupa model-model anyar untuk 2027 mendatang, salah satunya Eclipse Sportback EV yang mengambil basis dari Nissan Leaf.
Truk yang masih belum memiliki nama ini muncul dalam teaser gelap dengan lampu depan LED terpisah berbentuk kotak dan profil kabin ganda yang sangat mirip dengan Nissan Frontier. Tidak ada detail teknis yang dibagikan secara resmi, meskipun sasis rangka tangga dengan pilihan mesin pembakaran internal murni dan kemungkinan powertrain hibrida disebut-sebut bakal ditawarkan.
Nissan Frontier North American Market (Foto : the drive)
Pendekatan berbagi platform dengan Nissan ini masuk akal jika dilihat dari sisi efisiensi. Alih-alih mengembangkan platform baru dari nol, Mitsubishi bisa memanfaatkan basis teknis yang sudah matang milik Nissan untuk segmen midsize truck, sekaligus mempercepat proses kembalinya mereka ke pasar yang telah lama mereka tinggalkan.
"Ketika kami meluncurkan Momentum 2030, banyak pihak yang mempertanyakan apakah visi besar tersebut bisa benar-benar terwujud. Kini, visi tersebut mulai menjadi kenyataan," ujar Mark Chaffin, Presiden dan CEO Mitsubishi Motors North America, Inc. (SS)

Suryo Sudjatmiko
Jurnalis
Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...










