BUS-TRUCK - PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) menyatakan berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi berkualitas tinggi serta layanan purna jual terbaik bagi pelanggan di antaranya melalui sebuah divisi yang dinamakan bodybuilder advisor.
“Dengan adanya divisi ini, kami memastikan bahwa setiap kendaraan yang diproduksi sesuai dengan aturan pemerintah dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh Daimler,” kata Head of Bus Sales PT DCVI, Adri Budiman, di Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu (26/2).
Adri mengatakan, Daimler menjadi sejatinya merupakan pionir bagi dunia karoseri ketika memperkenalkan divisi baru ini. Berfungsi untuk membantu pelanggan dalam membangun body pada sasis kendaraan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
Dalam prosesnya, seorang bodybuilder advisor akan memberikan panduan teknis tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam proses pembuatan bodi bus yang dipasang di atas sasis Daimler.
Tidak hanya itu, perusahaan juga menyediakan portal khusus yang dapat diakses langsung oleh bodybuilder (karoseri) di seluruh Indonesia, termasuk yang ada di Malang, Semarang, dan daerah lainnya.
Lewat akses yang sudah diberikan, maka pihak karoseri dapat mengakses informasi tentang bagaimana membuat bodi pada sebuah sasis.
Adri, seperti dikutip dari Antara, juga menyampaikan bahwa proses ini dimulai pada saat desain kendaraan dilakukan, sehingga pada saat unit kendaraan siap dipasarkan, seluruh informasi terkait pembuatan bodi sudah tersedia dalam bodybuilder portal.
Baca juga: Apa Saja Yang Dilakukan Dalam Ramp Check Untuk Bus Mercedes-Benz?
Baca juga: Adiputro Rilis Bodi ‘Hybrid’ Bernama S-UHD

Keberadaan akases digital itu mempermudah karoseri untuk mengikuti spesifikasi yang tepat dalam memproduksi kendaraan, serta memastikan kendaraan tersebut memenuhi standar yang ditentukan.
"Dari segala jenis teknikal spesifikasi, aturan-aturan yang ada, itu sudah mempermudah untuk menjadikan satu kendaraan memang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Berikut kami juga mengadaptasi aturan daripada pemerintah itu sendiri," ungkap Adri lebih lanjut.
Tak lupa disampaikan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengusaha otobus yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI).
Adapun salah satu hasil kolaborasi tersebut adalah terciptanya unit sasis berkode 1836 yang dirancang sesuai dengan kebutuhan pelanggan di Indonesia, meskipun saat ini tidak dapat lagi dioperasikan akibat perubahan regulasi.

Adri berharap kerja sama antara DCVI, dealer, karoseri, dan pihak terkait lainnya akan semakin kuat sehingga dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan dan memastikan kelancaran operasional kendaraan mereka.
“Kami mendengarkan masukan dari pengusaha otobus mengenai kebutuhan kendaraan yang cocok untuk berbagai topografi di Indonesia. Kami akan terus berinovasi dan berkolaborasi agar kendaraan yang kami hasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar,” pungkasnya. (EW)

#bus #karoseri #dcvi #divisi #konsulltasi #bod #mercedesbezi