OTODRIVER - GWM ORA 5 menjadi salah satu model baru yang menarik perhatian di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kehadirannya di booth GWM sekaligus menandai debut SUV baru dari keluarga ORA di hadapan publik Indonesia.
Sebelumnya, brand ini sudah dikenal di Tanah Air lewat ORA 03. Walau sama-sama mengusung desain retro-modern, ORA 5 membawa pendekatan yang berbeda. Tetap mengusung karakter desain khas ORA, tetapi dikemas dalam format SUV dengan dimensi yang lebih besar.
Sebagai pembanding, ORA 03 memiliki panjang 4.235 mm, lebar 1.825 mm, tinggi 1.596 mm, dan wheelbase 2.650 mm. Sementara ORA 5 memiliki panjang 4.471 mm, lebar 1.833 mm, tinggi 1.641 mm, dengan wheelbase 2.720 mm.
Artinya, ORA 5 lebih panjang 236 mm dan memiliki jarak sumbu roda 70 mm lebih panjang dibandingkan ORA 03. Ground clearance-nya juga mencapai 175 mm, membuat karakter SUV pada model ini terasa lebih kuat.

Spesifikasi Global
Pihak Inchcape GWM Indonesia belum memberikan pengumuman mengenai spesifikasi resmi model ini. Namun, jika menilik spesifikasi global, versi listrik ORA 5 menggunakan motor listrik dengan tenaga 150 kW atau sekitar 204 hp dan torsi 260 Nm.
Sumber energinya berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 58,3 kWh. Berdasarkan spesifikasi pasar global, jarak tempuhnya mencapai hingga 435 km dengan standar WLTP. GWM juga membekali ORA 5 dengan kemampuan pengisian AC hingga 11 kW dan DC fast charging hingga 120 kW.
Menariknya, ORA 5 di sejumlah pasar bukan hanya ditawarkan sebagai kendaraan listrik. Model ini menjadi bagian dari strategi GWM untuk memperluas pilihan teknologi penggerak sesuai kebutuhan pasar.
Hal tersebut selaras dengan filosofi GWM, All Scenarios, All Powertrains, All Users, yang menekankan fleksibilitas produk dan pilihan teknologi untuk kebutuhan konsumen yang berbeda-beda.
CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto, sebelumnya menyebut penerimaan konsumen terhadap jajaran GWM menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperluas portofolio produknya.
"Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap seluruh lini produk GWM," ujar Bagus dalam keterangan resminya terkait pencapaian GWM di IIMS 2026.
Kehadiran ORA 5 di GIIAS 2026 pun bisa dibaca sebagai sinyal arah pengembangan lini ORA di Indonesia. ORA 03 menawarkan karakter hatchback listrik yang kompak dan unik, sedangkan ORA 5 membawa formula yang berbeda: bodi SUV, dimensi lebih besar, motor lebih bertenaga, baterai lebih besar, serta teknologi pengisian daya yang lebih mumpuni.

Bisa Jadi Pakai Nama Lain
Apabila kelak dipasarkan di Indonesia, bukan tidak mungkin detail teknisnya akan berbeda dengan yang tersedia di negara lain. Selain itu, belum dijelaskan pula apakah GWM Indonesia akan tetap mempertahankan ORA 5 sebagai produk battery electric vehicle (BEV) atau memperluas pilihan powertrain-nya dengan menghadirkan versi hybrid, bahkan mesin pembakaran internal (ICE).
Begitu pula dengan penamaannya. ORA 5 yang tampil di GIIAS 2026 belum tentu akan menggunakan nama yang sama ketika nantinya dipasarkan di Indonesia. Bukan tidak mungkin GWM Indonesia akan memilih nomenklatur ORA 05 atau nama lain sesuai dengan strategi pasar yang diterapkan.
Jadi, untuk saat ini mobil ini lebih tepat disebut sebagai perluasan keluarga ORA ketimbang pengganti langsung ORA 03. (SS)












