OTODRIVER - Tiongkok merupakan pasar yang sangat gemuk untuk kendaraan listrik. Walau pabrikan lokal cukup piawai dalam memproduksi EV, namun besarnya kue market di sana tetap saja mempesona pabrikan di luar Negeri Tirai Bambu itu.
Pada Beijing Auto Show 2026 nanti, Hyundai melalui Ioniq akan meluncurkan kendaraan produksi masal pertamanya yang dirancang untuk pasar Tiongkok.
Lebih jauh lagi raksasa Korea Selatan ini juga mengumumkan bahwa selama tiga tahun ke depan, mereka berencana untuk meluncurkan berbagai BEV dan model elektrifikasi lainnya yang mencakup segmen menengah hingga besar dalam gaya bodi SUV dan coupe.
Berbincang mengenai kendaraan listrik, eksistensi Ioniq dengan platform ramah lingkungan generasi pertama muncul pada 2016, artinya sudah satu dekade dan terus mengalami perkembangan.
Demikian juga dengan produk Ioniq khusus untuk pasar China ini, mereka tetap mengandalkan plaftorm E-GMP (Global Modular Platform) yang dikembangkan Hyundai Motor Group yang sudah teruji di Ioniq 5, Ioniq 6 dan berbagai produk lainnya.
Dalam membangun pengalaman yang berbeda, Hyundai pun membangun ekosistem yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi market China. Mereka menyebutnya sebagai Ioniq Universe.
Mengutip dari Motor1, produk-produk Ioniq nantinya akan menggunakan nama planet yang mengorbit matahari.
Konsep yang bakal hadir di pameran akbar, April ini adalah Venus Concept dan Earth Concept. Keduanya akan menjadi model perdana dari Ioniq Universe.

Secara umum, desain yang disodorkan oleh Ioniq ini sedikit beda dengan desain ala China yang cenderung punya desain yang ‘ramai’. Keduanya menyodorkan konsep desain-desain ala Hyundai yang lebih sederhana dan dewasa.

Walau demikian, penyesuaian dengan desain selera China harus tetap ada. Desain dengan ‘wow’ faktor nampak pada bagian eksterior yang nampak pada bagian fascia dan buritan.
Dalam menghadirkan mobil futuristik ini, pihak Ioniq menggandeng teknologi lokal China dalam hal kemudi otonom. Hyundai bermira dengan Momenta dalam mengembangkan solusi pengemudi otonom berbasis AI yang dioptimalisasikan berdasarkan data jalan raya Tiongkok yang kompleks.

Dijelaskan juga bahwa ke depannya, selain tetap fokus pada kendaraan listrik murni, merek ini juga akan memperkenalkan teknologi Range Extender.
Keunggulan Hyundai dalam pembuatan mesin pembakaran internal akan diakurkan dengan teknologi elektrifikasi yang dimaksudnya untuk mengatasi kekhawatiran pengguna pada jangkauan. (SS)











