OTODRIVER - Mobil listrik masih menjadi sesuatu yang baru di Indonesia. Dan apabila Anda memilikinya, sangat disarankan untuk mengetahui beberapa hal, salah satunya mengenai yang terbaik saat meningalkan BEV di rumah dalam waktu yang relatif panjang.
Kondisi ini erat hubungannya dengan kesehatan baterai dan juga memperkecil kemungkinan ada terjadi kebakaran yang disebabkan oleh baterai yang kepanasan.
“Apabila berencana meninggalkan mobil listrik Anda, mungkin saat liburan, sebaiknya jangan disimpan dalam kondisi baterai penuh (100%). Baterai bisa mengalami high voltage stress dan juga calendar aging apabila baterai dalam keadaan penuh namun tidak dipakai,” terang Sustainability Mobility Expert dan co-Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar saat dihubungi Otodriver, beberapa waktu lalu.
“Kalau hanya 1-2 hari tidak masalah, namun jika sampai berminggu-minggu akan terjadi efek tersebut,” lanjutnya.
Lebih jauh lagi Gofar mengatakan bahwa saat baterai penuh, tegangan internal berada pada titik tertinggi. Ini menyebabkan stres kimiawi yang merusak lapisan elektrolit di dalam sel.
Kondisi ini juga menyebabkan proses degradasi kalender pada baterai menjadi lebih cepat 2-3 kali lipat.
Penyimpanan dalam kondisi baterai penuh ini juga meningkatkan sensitivitas baterai terhadap suhu panas lingkungan, akibatnya temperatur baterai akan naik dan seiring itu juga diikuti dengan kerusakan sel baterai yang lebih cepat.

Kondisi baterai jika ditinggal dalam waktu lama
Tiap pabrikan mobil listrik mungkin saja punya aturan mengenai keamanan yang berbeda dalam hal kondisi volume baterai saat penyimpanan. Demikian juga dengan jenis baterai yang digunakan apakah itu Mangan Nickle Cobalt (MNC) ataupun Lithium Ferro Phosphat (LFP).
Penyimpanan dalam waktu lama tidak disarankan dalam kondisi baterai penuh.
“Beberapa pabrikan mobil salah satunya VW Group menyebutkan pada manual booknya bahwa BEV aman untuk disimpan dalam waktu lama dengan kondisi SOC (state of charge) 40-70%,” lanjutnya.
Gofar menambahkan bahwa pengiriman mobil listrik CBU juga menggunakan metode yang kurang lebih sama.
“Peraturan untuk transportasi kapal (RORO) dari perusahaan logistik umumnya mengkondisikan agar penyimpanan mobil saat dikirim di 30% saja,” pungkasnya. (SS)











