OTODRIVER - Persaingan SUV listrik di Indonesia semakin panas. Bukan hanya di kelas kendaraan listrik dengan harga terjangkau, segmen SUV listrik premium dengan banderol Rp 800 jutaan kini juga mulai dipenuhi pemain baru.
BYD Sealion 7 yang kini dipasarkan seharga Rp 879 juta mendapatkan penantang baru dari Jepang, yakni Toyota bZ4X Touring. Model terbaru Toyota ini dijual Rp 889 juta.
Selisih harga keduanya hanya Rp 10 juta. Menariknya lagi, kedua SUV listrik ini sama-sama mengandalkan dua motor listrik dan sistem penggerak AWD (All-Wheel Drive).
Lantas, mana yang lebih unggul jika melihat spesifikasinya?
Dimensi
BYD Sealion 7 memiliki dimensi lebih besar. SUV listrik asal Tiongkok ini mempunyai panjang 4.830 mm, lebar 1.925 mm, tinggi 1.620 mm, serta wheelbase 2.930 mm.
Sementara Toyota bZ4X Touring memiliki panjang 4.690 mm dan lebar 1.860 mm, dengan wheelbase 2.850 mm.
Artinya, Sealion 7 lebih panjang 140 mm dan lebih lebar 65 mm dibandingkan rivalnya.
Namun, Toyota bZ4X Touring membalas dengan ground clearance yang jauh lebih tinggi, yakni 201 mm. Angka tersebut lebih besar dibandingkan BYD Sealion 7 Performance yang memiliki ground clearance 163 mm.
Keunggulan ini membuat bZ4X Touring lebih fleksibel ketika digunakan melewati jalan rusak, genangan, atau kondisi permukaan yang kurang ideal.

Baterai dan Jarak Tempuh
Untuk urusan energi, BYD Sealion 7 mengandalkan Blade Battery berkapasitas 82,56 kWh.
Varian Performance memiliki klaim jarak tempuh hingga 542 km berdasarkan standar NEDC (New European Driving Cycle). Standar ini perlu diperhatikan karena angka NEDC cenderung menghasilkan klaim jarak tempuh yang lebih tinggi dibandingkan pengujian WLTP yang lebih baru dan umumnya lebih realistis.
Sementara Toyota bZ4X Touring dibekali baterai berkapasitas 74,69 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 487 km berdasarkan standar WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure).
Dengan demikian, angka jarak tempuh 542 km milik Sealion 7 dan 487 km milik bZ4X Touring tidak bisa dibandingkan secara langsung, karena keduanya menggunakan standar pengujian yang berbeda.
WLTP merupakan prosedur pengujian yang lebih modern dibandingkan NEDC dan menggunakan siklus pengujian yang lebih beragam. Karena itu, angka WLTP umumnya lebih mendekati kondisi penggunaan sehari-hari, meskipun konsumsi dan jarak tempuh aktual tetap dipengaruhi gaya berkendara, kondisi jalan, suhu, penggunaan AC, serta kecepatan.
BYD Sealion 7 mendukung DC fast charging hingga 150 kW dan diklaim mampu mengisi baterai dari 30 hingga 80 persen dalam waktu kurang dari 30 menit.
Sementara Toyota bZ4X Touring diklaim mampu mengisi baterai dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 28 menit.

Performa dan Penggerak AWD
Pertarungan semakin menarik ketika membahas performa. Kedua mobil sama-sama menggunakan konfigurasi dua motor listrik dengan sistem penggerak AWD.
BYD Sealion 7 Performance menghasilkan tenaga gabungan sekitar 523 hp dan torsi 690 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim dapat ditempuh dalam 4,5 detik.
Sementara Toyota bZ4X Touring memiliki output tenaga hingga 448 hp dan torsi 537 Nm. Meski angka tenaga dan torsinya lebih kecil, Toyota mengklaim akselerasi 0-100 km/jam juga dapat ditempuh dalam waktu 4,5 detik.
Artinya, BYD Sealion 7 lebih unggul secara angka dalam hal tenaga dan torsi. Namun, catatan akselerasi keduanya di atas kertas sama.
Sistem AWD pada kedua mobil juga menjadi salah satu pembeda dibandingkan sejumlah SUV listrik lain di kelas harga serupa. Dengan motor listrik yang menggerakkan roda depan dan belakang, keduanya menawarkan distribusi tenaga ke empat roda untuk membantu traksi di berbagai kondisi permukaan jalan.
Tabel Komparasi BYD Sealion 7 vs Toyota bZ4X Touring
| Spesifikasi | BYD Sealion 7 Performance | Toyota bZ4X Touring |
|---|---|---|
| Harga | Rp 879 juta | Rp 889 juta |
| Sistem penggerak | AWD | AWD |
| Motor listrik | Dual motor | Dual motor |
| Tenaga | 523 hp | 448 hp |
| Torsi | 690 Nm | 537 Nm |
| 0-100 km/jam | 4,5 detik | 4,5 detik |
| Kapasitas baterai | 82,56 kWh | 74,69 kWh |
| Jarak tempuh | 542 km | 487 km |
| Standar pengujian jarak tempuh | NEDC | WLTP |
| DC fast charging | Hingga 150 kW | - |
| Klaim pengisian cepat | 30-80% kurang dari 30 menit | 10-80% sekitar 28 menit |
| Panjang | 4.830 mm | 4.690 mm |
| Lebar | 1.925 mm | 1.860 mm |
| Wheelbase | 2.930 mm | 2.850 mm |
| Ground clearance | 163 mm | 201 mm |
Kesimpulan
Jika hanya melihat angka di atas kertas, BYD Sealion 7 tampil lebih agresif dengan kapasitas baterai lebih besar, tenaga dan torsi lebih tinggi, serta klaim jarak tempuh 542 km.
Namun, perlu dicatat bahwa angka jarak tempuh tersebut menggunakan standar NEDC, sedangkan Toyota bZ4X Touring menggunakan standar WLTP. Karena metode pengujiannya berbeda, klaim 542 km dan 487 km tidak bisa dibandingkan secara sepenuhnya setara.
Di sisi lain, Toyota bZ4X Touring menawarkan ground clearance 201 mm, jauh lebih tinggi dibandingkan Sealion 7. Hal ini membuatnya memiliki karakter SUV yang lebih siap menghadapi beragam kondisi jalan.
Dengan selisih harga hanya Rp 10 juta dan sama-sama menggunakan sistem penggerak AWD, pilihan keduanya kembali pada kebutuhan konsumen.
BYD Sealion 7 lebih menarik bagi konsumen yang mengejar performa, tenaga besar, dan kapasitas baterai lebih besar. Sementara Toyota bZ4X Touring menawarkan pendekatan berbeda melalui ground clearance tinggi serta karakter SUV yang lebih fleksibel untuk menghadapi berbagai kondisi jalan.(AW)











