OTODRIVER - Xpeng menjadi pabrikan terakhir yang terjun ke pengembangan Robotaxi.
Ia melakukan pengembangan program ambisius taksi yang beroperasi secara otonom setelah Tesla, Rimac, Geely, Baidu dan lain sebagainya yang telah terjun ke pengembangan teknologi ini lebih dulu.
Namun tidak seperti Tesla, Rimac dan Geely yang merancang program Robotaxi mereka dari awal. Xpeng mengambil ‘jalan pintas’ dengan menggunakan mobil produksi mereka yang sudah ada yakni GX. Mobil yang kami sempat saksikan peluncurannya beberapa waktu lalu di Beijing Motor Show 2026 bulan lalu.
Mengutip laman resmi Xpeng, Robotaxi ala Xpeng ini semata-mata mengandalkan model GX tanpa harus menyediakan versi yang dibangun khusus untuk Robotaxi. Di sinilah salah satu letak keunggulan Xpeng dibandingkan dengan Tesla dan lainnya.
Dengan langkah ini Xpeng berhasil memangkas biaya pengembangan dan produksi dengan sangat signifikan.

Lebih jauh lagi, pabrikan asal Guangzhou ini juga mengumumkan bahwa mereka akan segera membawa Robotaxi ke jalur produksi masal dalam waktu dekat ini
Salah satu kemajuan pesat dalam pengembangan Robotaxi ini salah satunya disupport dari empat chip AI Turing buatan mereka sendiri dengan daya komputasi 3.000 TOPS (Tera Operations Per Second).
Xpeng GX merupakan SUV yang dikembangkan sepenuhnya secara internal dan menawarkan kemampuan mengemudi otomatis Level 4.
Hingga Januari, Xpeng telah menguji kendaraan L4-nya di jalan umum di seluruh Tiongkok dan berencana untuk meluncurkan operasi percontohan untuk layanan robotaxi-nya pada paruh kedua tahun ini.
Sebelumnya Presiden Xpeng, Brian Gu mengatakan perusahaan kemungkinan akan memproduksi ratusan hingga ribuan unit Robotaxi dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. (SS)











