OTODRIVER – Ambisi Volkswagen (VW) untuk menghadirkan Golf dalam versi mobil listrik tampaknya harus tertahan. Pabrikan asal Jerman ini memutuskan menghentikan sementara pengembangan ID. Golf karena harus melakukan penghematan dan menata ulang prioritas investasi.
Mengutip dari Carscoops, David Powels, CFO Volkswagen Brand dan Brand Group Core, mengungkapkan bahwa perusahaan perlu lebih disiplin dalam mengalokasikan dana di tengah kondisi bisnis yang semakin menantang.
“Salah satu langkah spesifik adalah menghentikan sementara pekerjaan pengembangan ID. Golf di merek VW sampai kami dapat memastikan investasi yang dibutuhkan bisa ditanggung dengan aman,” ujar Powels.
Artinya, pengembangan ID. Golf dihentikan sementara hingga Volkswagen memiliki kepastian pendanaan untuk melanjutkan proyek tersebut.
Persoalannya bukan semata-mata biaya pengembangan model baru. Volkswagen juga mengakui bahwa mobil listriknya saat ini belum mampu menghasilkan keuntungan sebesar model bermesin pembakaran internal (ICE).
Dalam laporan yang sama, Powels menyebut bahwa meskipun permintaan terhadap mobil listrik Volkswagen meningkat, margin keuntungan dari model mobil listrik murni (BEV) masih berada di bawah mobil bermesin konvensional. Kondisi ini membuat peningkatan penjualan mobil listrik justru menambah tekanan terhadap biaya perusahaan.
Hal tersebut tercermin dari kinerja Volkswagen Passenger Cars. Sepanjang Januari hingga September 2026, merek Volkswagen mencatatkan pendapatan 61,95 miliar euro, turun 2,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba operasionalnya merosot dari 1,476 miliar euro menjadi 813 juta euro. Margin operasionalnya pun turun dari 2,3 persen menjadi 1,3 persen. Kondisi tersebut semakin menantang karena Volkswagen juga menghadapi persaingan ketat, tekanan harga, serta biaya restrukturisasi perusahaan.
Dikutip dari Reuters (30/10/2026), Volkswagen tengah menjalankan program penghematan besar-besaran yang mencakup rencana pemangkasan hingga 100.000 posisi pekerjaan dan kemungkinan penutupan empat fasilitas produksi di Jerman.
Bahkan, CEO Volkswagen untuk kelompok merek volume, Thomas Schäfer, mengakui dalam memo internal bahwa perusahaan belum mampu membiayai pekerjaan pengembangan ID. Golf saat ini.

Pengembangan Terkendala Platform Baru
Selain persoalan finansial, perjalanan ID. Golf menuju tahap produksi juga tidak berjalan mulus. Mobil listrik ini direncanakan menggunakan Scalable Systems Platform (SSP), arsitektur kendaraan listrik generasi terbaru milik Volkswagen Group.
Platform tersebut dirancang untuk digunakan berbagai merek di bawah Volkswagen Group. Tujuannya adalah menyederhanakan pengembangan kendaraan, meningkatkan efisiensi produksi, serta menekan biaya melalui penggunaan komponen dan teknologi yang lebih seragam.
Namun, pengembangan SSP mengalami keterlambatan akibat persoalan perangkat lunak dan besarnya investasi yang dibutuhkan.
Sebelumnya, Schäfer pernah menyebut bahwa perusahaan tidak perlu memaksakan kehadiran Golf listrik pada 2028. Ia menyebut waktu peluncuran menjelang akhir dekade lebih realistis.
Mengenai platform SSP, VW harus mengalah, lantaran akan digunakan lebih dahulu pada model-model Audi dan Porsche sebelum diterapkan pada kendaraan Volkswagen.
Golf Bermesin Konvensional Masih Jadi Andalan
Di tengah ketidakpastian ID. Golf, Volkswagen masih memiliki Golf generasi kedelapan yang mengandalkan mesin pembakaran internal serta teknologi elektrifikasi seperti hibrida ringan (mild hybrid) dan hibrida plug-in (plug-in hybrid). Model-model tersebut akan tetap menjadi bagian penting dari lini produk Golf selama versi listriknya belum siap.
Menariknya, Volkswagen sebenarnya bukan pemain baru dalam pengembangan Golf listrik. Sebelumnya, mereka pernah memasarkan e-Golf berbasis generasi ketujuh pada 2014 hingga 2020. Namun, model tersebut kemudian digantikan oleh ID.3 yang dikembangkan sebagai mobil listrik murni. (SS)











