OTODRIVER - Di awal tahun 2000 dunia otomotif Asia Tenggara sedang dalam sorotan dari para pabrikan Jepang, Eropa, dan juga Amerika Serikat.
Wilayah ini kala itu diprediksi menyimpan potensi pasar yang luar biasa besar selain pasar Eropa, Amerika Serikat, dan juga Tiongkok.
Tak heran kalau banyak pabrikan yang kemudian merilis program pengembangan kendaraan khusus untuk memenuhi pasar Asia Tenggara. Salah satunya Suzuki, tahun 2001 hadir program usulan dari Suzuki Indonesia yang bernama ASEAN Project Vehicle yang kemudian disingkat jadi APV.
Dalam waktu yang bersamaan, pihak grup Astra yang jadi kempetitor grup Indomobil, juga menggagas hal serupa yang kemudian memunculkan duet Avanza-Xenia.
Program APV ini didorong oleh temuan pasar lokal yang menginginkan kendaraan keluarga yang lebih lapang, bertenaga, sekaligus jauh lebih nyaman.
Karena waktu itu konsepsi kendaraan keluarga di bangun dengan pola modular alias memanfaatkan basis kendaraan pikap yang nanti bisa dibangun jadi sejumlah model. Konsekuensinya, soal kenyaman dan juga tenaga menjadi terbatas peluang untuk memaksimalkan standarnya.
Apalagi di awal millennium ada tren baru di dunia yaitu soal kebutuhan akan kendaraan yang disebut minivan.
Nah, dari kondisi itu, konsep APV dari awal memang dibangun sebagai kendaraan penumpang.
Berdasarkan catatan yang dimiliki Otodriver, ada beberapa faktor fundamental yang nyata waktu itu bisa menggeser stigma hadirnya kendaraan penumpang yang dirancang buat pasar Indonesia melalui platform khusus non pikap.
Faktor-faktor itu antara lain; desain stylish, punya siluet bodi yang besar, ruang kabin didekatkan ke karakter sedan, posisi roda depan di depan kaki pengemudi, tiga baris jok hadap depan, mesin 1.500 cc agar lebih bertenaga, sampai ke soal penempatan mesin di bawah jok depan.


Penempatan mesin itu juga bukan tanpa alasan, pilihan lokasi di tengah dengan posisi membujur karena desain ini akan berujung ke soal perawatan dan perbaikan. Setidaknya tidak perlu komponen gearshaft yang rentan biaya tinggi.
Karena untuk menyalurkan tenaga melalui propeler berpotensi memudahkan proses perawatan dan biaya servisnya.
Head of Public Relations PT Suzuki Indombil Sales, Zulfikar Rafy Al Ghany, saat dihubungi beberapa waktu lalu (10/2) menyebutkan bahwa peminat APV saat ini untuk kebutuhan fleet dan juga masih ada untuk keperluan sebagai pengendaraan kendaraan pribadi.
Saat ini APV yang dipasarkan untu wilayah Indonesia bernama lengkap Suzuki APV Arena. Ada tiga varian; SGX (harganya mulai Rp251 juta), GX (harga mulai Rp248 juta), dan GL (harga mulai Rp234 juta). Harga-harga itu dalam kondisi OTR Jakarta.
Sekadar catatan, tahun 2007 harga varian SGX atau yang paling premium adalah Rp129,5 juta, waktu itu ada varian transmisi otomatik dengan harga Rp140,5 juta. Kemudian varian GL dilbeli harga Rp114,5 juta, varian GX Rp127,5 juta, opsi transmisi otomatiknya dihargai Rp138,5 juta. (EW)











