OTODRIVER – Menyebut BMW Seri 3 muncul pertama kali tahun 1975 berkode E21, hingga kini sudah diproduksi sebanyak 18 juta unit hasil berbagai unit produksi BMW di seluruh dunia.
Adalah Paul Bracq yang menjadi Direktur Desain BMW (1970-1974) yang membuat filosofi desain monumental yang masih dipertahankan sampai hari ini.
Ya, Paul Bracq adalah orang yang pernah jadi bidan atas kelahiran Mercedes-Benz “Pagoda” (W113) jadi salah satu penentu siluet bodi Seri 3 yaitu di area buritan yang ”tinggi” sebagai identitas sedan fenomenal ini.
Desain yang termasuk aneh saat itu, memang belum direspon positif oleh pasar, selain siluet bodi yang enggak lazim, struktur mobil juga kurang bisa dipahami konsumen.
Karena meskipun disebut sebagai compact sedan namun overhang ada bagian depan yang pendek membuat moncong atau bonnet jadi pendek. Bahkan jauh lebih pendek dibandingkan sedan yang segenerasi waktu.

Guratan desain itu diklaim membuat impresi mengemudikan BMW Seri 3 versi pertama lebih sporty dibandingkan sedan yang ada di pasaran waktu itu juga belum dipahami banyak pembeli sedan. Walaupun dikemudian hari bahwa tipikal itu memang benar adanya.
Meskipun begitu, muncul seri 3 membawa ide baru dalam mendesain sedan dengan dimensi yang sangat efisien. Begitu pula karakter kabin, pertama kalinya ada desain dasbor yang punya sudut persis ke muka pengendara, tidak lagi horizontal.
Pengemudi jadi lebih mudah mengakses panel indikator selama menjalankan kendaraan. Dan hingga kini sudah ada tujuh generasi BMW Seri 3. (EW)
















