OTODRIVER – Ban mobil yang bocor umumnya masih bisa ditambal. Namun ada satu bagian konstruksi yang jika rusak, membuat ban kemungkinan besar tak lagi bisa dipakai. Bagian itu adalah sidewall atau dinding samping ban.
Sobekan pada sidewall umumnya membuat ban tidak lagi layak digunakan. Bukan semata karena karet luarnya rusak, melainkan karena bagian ini merupakan salah satu struktur penting yang menjaga ban tetap mampu menahan tekanan udara dan beban kendaraan.
"Pada sidewall terdapat cord (serat penguat) yang membentuk karkas. Lapisan ini harus bisa menahan tekanan udara sekaligus mengalami deformasi terus-menerus ketika mobil berjalan. Jika sidewall rusak maka ban sudah tak aman lagi untuk digunakan," jelas Customer Engineering Support BFGoodrich Indonesia, Alfons Abikaryono, saat ditemui di Cikarang belum lama ini.
Lebih jauh, Alfons menjelaskan bahwa sidewall bukan bagian paling lemah dari ban, tetapi merupakan bagian yang paling rentan terhadap kerusakan struktural.
Berbeda dengan telapak ban yang diperkuat belt, sidewall dirancang lebih fleksibel sehingga mampu mengikuti gerakan dan beban roda. Konsekuensinya, ketika cord di balik karet sidewall sampai rusak, tidak banyak ruang untuk melakukan perbaikan.
Tekanan udara dari dalam ban kemudian bekerja pada area yang sudah melemah. Jika cord rusak, sidewall dapat menggembung atau membentuk benjolan. Dalam kondisi tertentu, kerusakan bisa berkembang menjadi kegagalan struktur ban saat digunakan.
Itulah sebabnya sobekan sidewall tidak bisa diperlakukan seperti lubang pada telapak ban.
Ada Toleransi
Lalu apakah jika ditemui kerusakan pada sidewall, ban tersebut otomatis rusak dan harus dibuang? Belum tentu. Alfons mengatakan bahwa ada toleransi terkait konstruksi dan kerusakan pada bagian tersebut.
"Sejauh sobekannya tidak terlalu dalam dan serat benangnya utuh, kemungkinan ban masih bisa digunakan," ujarnya.
Namun ia menambahkan, ban dengan sidewall yang rusak dan tak lagi bisa ditolong dapat dipantau dari ciri fisik berikut:
- Terlihat serat/cord di dalam ban;
- Ada sobekan yang menembus karet;
- Muncul benjolan pada sidewall;
- Ada bagian sidewall yang menggembung atau berubah bentuk;
- Tekanan angin sering turun;
- Terdapat potongan dalam akibat benda tajam atau benturan keras.
Jadi, sobekan pada sidewall tidak selalu berarti ban harus langsung diganti, tetapi juga tidak boleh dianggap sepele. Jika muncul salah satu ciri di atas, sebaiknya jangan menunda untuk mengganti ban demi keselamatan berkendara. (SS)











