PHEV Bisa Punya Peran Lebih Besar Sebagai Aset Tanggap Bencana

PHEV punya potensi dan keluwesan sebagai mobil yang dapat diandalkan saat terjadi bencana
Minggu, 6 September 2026 17:20 WIB
Berita - PHEV Bisa Punya Peran Lebih Besar Sebagai Aset Tanggap Bencana

Mitsubishi Outlander PHEV digunakan sebagai kendaraan tanggap darurat di Jepang (Foto : Otodriver/undefined)

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Tak perlu dibantah, Indonesia merupakan negara dengan alam yang cukup indah. Akan tetapi di balik paras kecantikannya, di bawah bumi Indonesia ini terhampar cincin api yang membuat negeri kepulauan ini rentan akan bencana alam seperti gempa dan letusan gunung berapi.

Status sebagai negara dengan belasan ribu pulau yang dipisahkan oleh laut dan selat tentu menjadi tantangan tersendiri.

Pada titik ini kendaraan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dapat memainkan perannya lebih jauh lagi sebagai bagian dari ekosistem tanggap bencana di tanah air.

PHEV umumnya punya baterai yang cukup besar sehingga mampu menyimpan dan menyalurkan energi listrik. Pada dasarnya mobil ini bisa menjadi sumber listrik bergerak yang dibutuhkan di daerah yang terisolir.

Foto - PHEV Bisa Punya Peran Lebih Besar Sebagai Aset Tanggap Bencana
Mitsubishi Outlander PHEV digunakan oleh PMl (Foto : adit)

Keberadaan mesin bakarnya menjadi bentuk keluwesan mobil ini, di mana mesin tersebut bisa berfungsi sebagai sumber kelistrikan alias generator. Sehingga lebih praktis, tinggal mengisi bahan bakar dan langsung bisa diajak bertugas. Kepraktisan ini tidak bisa didapatkan pada sebuah mobil listrik murni.

"Mobil seperti PHEV ini lebih punya fleksibilitas terutama untuk memenuhi kebutuhan listrik darurat. Ia bisa digunakan untuk menerobos masuk daerah dan memberikan listrik untuk mendukung kebutuhan listrik di daerah tersebut, ataupun menjadi catu daya untuk peralatan komunikasi," ungkap Wijaya Kusuma Subroto, seorang praktisi keselamatan berkendara dari ORD Training saat ditemui di Bogor, Sabtu (05/09/2026).

"Akan lebih sempurna jika wujudnya adalah kendaraan 4x4 atau AWD. Akan lebih memudahkan dalam menembus daerah yang terisolir," sambungnya.

Foto - PHEV Bisa Punya Peran Lebih Besar Sebagai Aset Tanggap Bencana
Chery Tiggo 8 CHS punya fitur V2L dan V2H (Foto : Otodriver/Ahmad Biondi)

V2L dan V2H

Kemampuan ini dikenal melalui teknologi V2L (Vehicle to Load) dan V2H (Vehicle to Home). V2L memungkinkan energi dari baterai digunakan untuk menyalakan perangkat listrik secara langsung, sedangkan V2H memungkinkan energi kendaraan dialirkan ke rumah melalui perangkat bidirectional charger.

Dalam kondisi bencana, kemampuan tersebut menjadi sangat relevan. Ketika listrik padam, PHEV dapat digunakan untuk menyalakan lampu, mengisi daya ponsel, laptop, perangkat komunikasi hingga peralatan pendukung lainnya. Mitsubishi, misalnya, menyediakan kemampuan suplai listrik hingga 1.500 watt pada beberapa model PHEV-nya.

Namun bukan berarti semua PHEV otomatis punya V2L dan V2H. Fitur tersebut tergantung desain kendaraan, konektor, perangkat pengubah arus, serta sistem kelistrikan yang digunakan.

V2L biasanya lebih sederhana karena listrik digunakan untuk perangkat langsung dari kendaraan. Sementara V2H membutuhkan sistem bidirectional charger agar energi kendaraan dapat dialirkan ke instalasi rumah secara aman.

Sudah Ada Contohnya

Mengkaryakan PHEV sebagai kendaraan tanggap darurat sudah ada contohnya. Salah satunya pernah dilakukan di Jepang, di mana Mitsubishi Outlander PHEV digunakan sebagai sumber listrik bergerak untuk membantu masyarakat setelah gempa Kumamoto pada 2016 dan gempa Hokkaido Timur pada 2018.

Sedangkan di Indonesia, Outlander PHEV juga pernah disalurkan kepada PMI untuk membantu penerangan di wilayah terdampak gempa Mamuju dan Majene pada 2021 lalu.(SS)

Foto - PHEV Bisa Punya Peran Lebih Besar Sebagai Aset Tanggap Bencana
NERV Outlander PHEV menggabungkan Starlink, sistem satelit Q-ANPI Jepang, dan daya AC hingga 1.500 W di dalam kendaraan untuk zona bencana.(Foto : Tarantasnews)

#phev #tanggap-bencana

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.