OTODRIVER – Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas gunung berapi dapat menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai oleh pengguna mobil. Selain berpotensi mengganggu visibilitas, partikel abu juga dapat masuk ke dalam sistem kendaraan, terutama melalui saluran udara.
Kondisi ini dinilai lebih berisiko terhadap mobil bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE). Pasalnya, mesin jenis ini membutuhkan pasokan udara untuk proses pembakaran di dalam ruang mesin.

Hale, Owner Bengkel Mechatronic, menjelaskan bahwa abu vulkanik memiliki sifat abrasif sehingga dapat berpotensi menimbulkan kerusakan apabila sistem penyaringan udara kendaraan tidak bekerja secara maksimal.
"Sangat berbahaya jika kondisi filter udara kurang maksimal penyaringannya, terutama untuk mesin internal combustion. Piston, silinder, ruang bakar dan valve system akan mudah rusak karena sifat debunya abrasif," ujar Hale.
Ia menambahkan, proses pembakaran pada mesin ICE membutuhkan oksigen dengan kondisi yang bersih. Jika udara yang masuk membawa partikel abu vulkanik, material tersebut berpotensi ikut masuk ke dalam sistem pembakaran.
"Untuk pembakaran mesin tersebut membutuhkan oksigen yang bersih," tambahnya.
Berbeda dengan mobil ICE, kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) tidak membutuhkan udara untuk proses pembakaran karena tidak menggunakan mesin pembakaran internal sebagai penggeraknya.
"Seharusnya sudah tidak, karena EV tidak memerlukan udara untuk pembakaran ICE," jelas Hale.
Dengan demikian, dari sisi kebutuhan udara untuk proses pembakaran, mobil EV memiliki keuntungan ketika digunakan dalam kondisi terdapat sebaran abu vulkanik.
Meski begitu, bukan berarti mobil listrik sepenuhnya bebas dari dampak abu vulkanik. Komponen seperti filter kabin, sistem pendingin, rem, serta bagian eksterior kendaraan tetap perlu diperhatikan dan dibersihkan setelah mobil melewati area yang terdampak abu vulkanik.
Sementara bagi pemilik mobil ICE, kondisi filter udara menjadi salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian lebih. Pemeriksaan dan penggantian filter sesuai kondisi dapat membantu mencegah partikel asing masuk ke dalam mesin. (AW)











