OTODRIVER - Mazda Motor Corporation secara resmi mengumumkan peluncuran Mazda CX-6e. Ya, mobil ini adalah nama lain dari EZ-60 yang dipamerkan di Shanghai Motor Show tahun lalu. Penamaan ini juga mengikuti tradisi sebelumnya di mana Mazda EZ-6 fastback yang di Benua Biru itu disebut sebagai Mazda6e.
SUV listrik murni ini melakukan debut perdananya di Brussel Motor Show 2026 di Belgia pada 9 Januari silam. Selanjutnya SUV ini akan masuk pasar Eropa, Australia dan pasar lainnya.
Mengutip dari global newsroom Mazda, CX-6e baru akan benar-benar mulai dijajakan di Eropa pada musim panas ini dan rencananya bakal diluncurkan di Australia pada akhir tahun ini juga.
SUV Crossover ini lahir dari kolaborasi yang menggabungkan Kodo Design khas Mazda dengan teknologi EV dari Chongqing Changan Automobile Co., Ltd.,. Secara teknis mobil ini memiliki kedekatan dengan Changan S07 yang merupakan basiknya.

Seperti halnya Mazda6e, pahatan desain khas Kodo dibenamkan mulai bagian fascia yang merambat hingga bagian belakangnya. Dan menurut pendapat kami, pabrikan asal Hiroshima, Jepang ini cukup berhasil menerapkannya.
Pada Oktober 2025 silam, Otodriver berkesempatan untuk menyaksikan langsung SUV ini di markas besar Mazda di Fuchu, Hiroshima ini. Dan sebelumnya juga berkesempatan melihat penampilan Changan Deepal S07 yang baru diperkenalkan di Indonesia sebagai pembandingnya.
Dari segi tampilan, walau berbagi platform dan juga banyak teknologi dengan SUV Tiongkok itu, namun SUV EV Mazda ini mampu menerjemahkan kesakralan desain Kodo secara konsisten.

Lalu apakah mobil ini juga akan hadir di Indonesia.
Pada sebuah kesempatan Chief Operating Officer (COO) Eurokars Motor Indonesia, Pemegang brand Mazda di Indonesia, Ricky Thio pernah berujar bahwa pihaknya memasukkan SUV ini pada list mobil yang bakal dijajakan.
“Mazda SUV EV ini akan masuk ke Indonesia, harap bersabar ya,” ungkapnya. Lebih jauh lagi Ricky belum bersedia menjelaskan detail tentang CX-6e. Dan seperti kita ketahui bahwa Mazda6e Fastback akan diperkenalkan pada pertengahan tahun 2026 ini.
Spesifikasi resmi mobil ini belum diungkapkan secara resmi, namun jika mengacu pada beberapa sumber mobil ini ditenagai motor tunggal 255 hp yang menggerakkan roda belakangnya.
Sedangkan untuk baterainya ada sumber yang mengatakan bahwa ia menggunakan jenis Mangan-Nickel-Cobalt (MNC) berkapasitas 66,8 kWh dan 79,97 kWh. Namun jika melihat dari spesifikasi Mazda6e, justru mengunakan baterai jenis Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 78 kWh.
Kita tunggu kehadirannya. (SS)










