OTODRIVER - Plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) menjadi salah satu sistem yang jadi pilihan produsen pikap China saat ini. Pada saat ini BYD Shark 6, GWM Cannon Alpha, Nissan Frontier Pro, serta Chery Stockman yang kian gencar disuguhkan produsn Tiongkok.
Tapi Toyota justru tidak menempuh cara serupa. Pabrikan berlogo three ovals ini tidak memasukkan PHEV sebagai opsi pada Hilux. Bahkan mereka lebih mempertimbangkan memilih opsi FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) alias hidrogen yang rencananya akan masuk jajaran produk pada 2028 mendatang.
PHEV Belum Penuhi Standar Hilux
Ray Munday, manajer senior perencanaan produk dan penetapan harga Toyota Australia, berbicara kepada media lokal CarExpert tentang potensi Hilux PHEV.
“Kami tentu menyadari bahwa ada persaingan yang kuat di area tersebut, dan kami sedang mempelajarinya, tetapi sampai teknologinya siap, kami tidak akan merilis sesuatu yang terburu-buru,” ungkap Munday.
“Saat ini, tantangan utama dengan PHEV atau elektrifikasi apa pun adalah penambahan massa, muatan, dan juga kemampuan untuk menarik beban. Sistemnya belum tentu dikembangkan saat ini untuk dapat memenuhi standar kami tentang apa arti penarikan beban berat bagi pelanggan Hilux,” tambahnya.
“Harapan terhadap merek Toyota dan HiLux sangat tinggi, mungkin lebih tinggi daripada produk lain. Kami sangat menghargai hal itu, dan itu menambah tantangan,” lanjutnya.
Sebagai gambaran sebuah Hilux diesel punya kemampuan menarik 3.500 kg dan muatan 1 ton. Sedangkan Hilux BEV bermotor ganda hanya punya kapasitas penarik 2.000 kg.
Sedangkan PHEV yang biasanya disambungkan dengan mesin bensin belum bisa memenuhi kondisi tersebut, terlebih jika dibandingkan dengan versi dieselnya.
Walau demikian teknologi PHEV bukanlah sesuatu yang haram disematkan pada Hilux, hanya saja saat ini teknologi tersebut masih belum cukup matang untuk aplikasi tugas berat.

PHEV Tetap dipertimbangkan
Wakil Presiden penjualan, pemasaran dan operasi waralaba Toyota Australia, John Pappas mengatakan bahwa bukan berarti Toyota anti terhadap PHEV untuk keperluan pikap.
“Kami selalu mempertimbangkan solusi powertrain seperti ini, kami tidak berdiam diri, tetapi solusi tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Kami memastikan bahwa menghadirkan jenis powertrain ini ke pasar melalui investasi besar kami dalam penelitian dan pengembangan, maka powertrain tersebut tepat untuk pasar yang disasar,” tutupnya. (SS)











