OTODRIVER - Melihat Camry, seringkali terlintas di pikiran saya, yang duduk di jok belakang kiri adalah seorang bos, direksi sebuah perusahaan atau mungkin petinggi BUMN. Duduk di depan kiri, umumnya ajudan atau asisten yang dikemudikan driver berbaju jenis safari.
Namun pikiran saya di atas, agak diluruskan oleh Head Of Public Relation PT Toyota Astra Motor, Philargi Ogi. “Camry memang beberapa dibeli perusahaan untuk ekesekutif. Biasanya masuk COP (Car Ownership Programme). Tapi komposisi yang beli untuk pribadi bagi penggemar sedan full size lebih banyak, kok.”
Walau begitu, komentar pria ramah ini nggak terlalu meleset jauh lah dari dugaan saya.
Kesan Camry ini setidaknya menarik menurut saya. Maka dari itulah, ketika pemilihan mobil untuk Holiday In Style 2025, yang bertema value for money, saya memilih Toyota All New Camry HEV, yah hitung-hitung sekalian untuk menikmati malam pergantian tahun.
Memang secara kesan, sedan Jepang ini sepertinya kurang cocok untuk liburan. Karena, kebanyakan untuk mobil ke kantor para petinggi-petinggi. Tapi itulah, saya mau liburan dengan kesan ‘mobil dinas’ yang hanya dibanderol di bawah 1 miliar rupiah alias Rp 973,3 juta (Non Premium Color) dan Rp 976,4 juta (Premium Color).
Nah, dengan latar belakang tersebut, begitu mobil datang, yang saya lakukan adalah duduk di jok belakang kiri. Nuansanya memang sudah terlihat, mobil hybrid ini didesain untuk bos. Misalnya bentuk jok semi-individual. Kanan dan kiri hanya dibatasi konsol yang ada menu tombol pengaturan. Desainnya mirip dengan jok depan. Sandaran punggung pun bisa diatur di menu tombol di konsol tengah.
Berikutnya, jok depan bisa dimajukan dari posisi saya duduk. Ini supaya leg room saya bisa lebih luas tanpa minta tolong sopir ketika jok depan nggak ada penumpang. Tombolnya ada di sisi kanan depan jok kiri dan tidak dibuat menyatu dengan rentetan perintah lain yang berada di konsol.
Perintah lain di dalam konsol tengah, ada untuk setelan punggung dan maju mundur jok, volume audio, mengubah frekuensi radio, temperatur AC dan tutup buka krei kaca belakang. Sayangnya, untuk panoramic roof tombol pengaturan hanya tersedia di atas spion tengah.
Sebagai masukan, khusus panoramic roof ini, menurut saya seharusnya khusus negara tropis tidak usah saja. Karena ketika siang hari dan terik, hawa panas terasa di kabin atas kepala. Di luar itu, menu-menu bagian belakang ini memang membuat kita merasakan rasa petinggi ketika berada dalam mobil.
Lalu bagaimana jika saya mencoba mengemudi mobil yang menurut saya masuk kategori value for money? Ternyata mobil hybrid TNGA ini sebenarnya sangat fun to drive. Ketika saya coba perjalanan ke Bandung, tenaganya oke, larinya melesat, suspensi cukup baik. Pilihan Eco, Normal, Sport mode juga makin memanjakan pengemudi. Pandangan ke depan baik dan fitur-fitur lain yang membuat pemikiran, harusnya mobil ini dibanderol kurang lebih Rp. 1,3 miliar.
Berlebihan? Menurut saya sih, nggak! (SR)
Data Spesifikasi:
- Mesin: A25A-FXS
- Tipe Mesin: Hybrid, 4-Cylinders, In line
- Isi Silinder: 2487 cc
- Torsi Maksimal (Nm/rpm): 221 Nm/3600-5200 rpm
- Torsi Maksimal Motor Listrik: 208 Nm
- Daya Maksimal: 227 PS (sistem), 186 PS/6000 rpm (mesin)
- Daya Maksimal Motor Listrik: 135 PS (Motor)
- Sertifikasi Emisi: EURO 4
- Bahan Bakar: Bensin
- Kapasitas Tangki: 50 liter.
#toyota #camry #camry-hybrid #mobil-sedan-toyota #holiday-in-style-2025










