OTODRIVER – Untuk meredam polemik soal potensi kenaikan harga BBM subsidi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menegaskan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi di tengah krisis geopolitik Timur Tengah saat ini.
Hal itu diutarakannya akhir pekan lalu (11/4) di Manado, Sulawesi Utara.
Seperti dkutip dari Antara, penegasan Menteri ESDM itu disebutkannya sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia harus swasembada energi dan pangan, sehingga sebagai Menteri ESDM ditugaskan untuk mencapai target tersebut.
Bahlil juga menjabarkan lagi bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya sehingga jumlah impor BBM, dan juga LPG, semakin diminimalkan. Sebagai gantinya, diupayakan pemberdayaan sumber daya alam yang ada lebih maksimal agar swasembada energi bisa tercapai.
Kebutuhan BBM Indonesia mencapai sekitar 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari pada tahun 2024-2026.
Konsumsi ini didominasi oleh bensin sekitar 100 ribu KL/hari dan solar sekitar 111 ribu KL/hari pada 2026.
Produksi domestik BBM hanya berkisar 600 ribu barel per hari, menyebabkan impor tinggi untuk menutup kesenjangan.
Bahlil memungkaskan, lebih dari 59 persen kebutuhan BBM nasional dipenuhi dari proses impor, sebagian besar dari Singapura dan Malaysia.

Harga BBM subsidi dan nonsubsidi masih bertahan
Masuk pertengahan April 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina masih stabil.
Dikutip dari laman resmi Pertamina di Jakarta, awal pekan ini (13/4) harga Pertamax Series dan Pertamina Dex Series masih sama dengan tabel harga yang tertera di awal Maret 2026.
Berikut adalah rincian harga per liter BBM SPBU Pertamina untik wilayah di Jakarta; Pertalite Rp10.000, Solar subsidi Rp6.800; Pertamax Rp12.300; Pertamax Turbo Rp13.100; Pertamax Green Rp12.900; Dexlite Rp14.200; dan Pertamina Dex Rp14.500.
Belum adanya perubahaan harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina juga berimbas pada harga per liter BBM di SPBU swasta. Seperti di SPBU Shell; Shell Super Rp12.390; dan V-Power Diesel Rp14.620 per liter.
Untuk tabel harga di SPBU BP juga belum ada perubahan. Harga masih sama denga yang tercantum sejak awal bulan Maret lalu. BP Ultimate harganya Rp12.920 per liter, BP 92 dihargai Rp12.390 per liter; dan harga BP Ultimate Diesel Rp14.620 per liter.
Begitu juga di SPBU Vivo; Revvo 92: Rp12.390 per liter; Revvo 95: Rp12.930 per liter; dan Diesel Primus: Rp14.610 per liter. (EW)











