OTODRIVER - Insiden rusaknya CV joint Lepas L8 saat media test drive Driving Control Challenge pada (29/1) lalu mendadak ramai jadi pembicaraan. Isu mulai simpang siur karena muncul banyak versi bahkan oleh pihak yang tak hadir di lokasi saat kejadian. Sebenarnya apa yang terjadi? Sedemikian parahkah kualitas komponennya?
Otodriver yang jadi peserta dan saksi saat kejadian berlangsung menyaksikan salah satu unit L8 rusak karena CV joint disinyalir pecah. Kejadian ini saat melindas speed bump secara berulang-ulang.
Komponen CV joint ini merupakan bagian yang menghubungkan as roda dengan transmisi mobil. Fungsinya krusial menyalurkan tenaga mesin ke roda depan supaya mobil bisa bergerak.
Banyak yang menduga rusaknya CV joint karena melibas speed bump tersebut. Memang saat itu insiden terjadi. Tapi patut diketahui dulu aksi mobil tersebut sebelum kejadian.

Tanpa bermaksud mendahului hasil investigasi pihak Lepas, Otodriver mencurigai sumber penyebab berasal dari aksi sebelum melibas speed bump.
Unit Lepas L8 tersebut memang melalui serangkaian aksi cukup ekstrem dan terus-menerus sebelumnya. Namun yang paling membebani kinerja CV joint dan as roda saat sesi slalom J turn.
Aksi J turn ini dilakukan dengan menjalankan mobil mundur dengan kecepatan sedang dan memutar arah mobil secara tiba-tiba hingga bagian depan mobil berbalik arah 180 derajat.
Entakan tenaga mesin seketika diterima as roda dan CV joint dari saat berputar ke arah belakang (saat mobil mundur) berubah menjadi arah depan (saat mobil maju).
CV joint ini memang bertugas menjaga as roda tetap mampu berputar meski menerima gaya tarik dan ulur akibat berubahnya sudut kemudi dan gerakan suspensi. Oleh karenanya dinamakan Constant Velocity (CV).
J turn bukan aksi biasa dan normal dilakukan. Ini perilaku mengemudi ekstrem dan hanya pengemudi profesional saja yang mampu menguasai skill tersebut. Buat pengendaraan normal sehari-hari, J turn tak pernah terpakai. Bahkan di ajang kejuaraan balap slalom nasional pun sudah tidak digunakan lagi sejak lama.
Bisa jadi Lepas menyisipkan aksi ini dilakukan oleh test driver profesional untuk menunjukkan kelincahan handling L8. Parahnya aksi ini dilakukan berulang-ulang kali nyaris tanpa jeda karena peserta acara digilir merasakan di dalam mobil sebagai penumpang (taxi ride). Pengamatan Otodriver lebih dari 5 kali J turn dilakukan dengan interval waktu sangat singkat sekitar 1 menit.
Efeknya bisa ditebak. Komponen CV joint tak kuasa menahan torsi mesin dadakan lebih dari 300 Nm secara terus menerus dari posisi transmisi R (mundur) ke D (maju ke depan). Hingga kejadian muncul saat sesi time attack setelahnya yaitu ketika mobil dikemudikan peserta melibas speed bump.
Entah apa tujuan spesifik Lepas menggilir semua media merasakan taxi ride aksi J turn ini. Padahal cukup ditunjukkan aksi demo saja sekali atau dua kali. Peserta cukup melihat dari pinggir trek atau jikapun ada yang ikut taxi ride dipilih 1-3 peserta saja.
Pihak Lepas sudah memberikan klarifikasinya terkait kejadian tersebut.
Ricky He, Deputy Country Director Lepas Indonesia, mengatakan, kegiatan Lepas L8 Driving Control Challenge dirancang sebagai pengalaman berkendara yang dirancang untuk dilakukan dalam kondisi di luar penggunaan harian normal, termasuk skenario kecepatan lebih tinggi serta permukaan jalan yang tidak rata seperti speed bump.
“Selama pelaksanaan kegiatan terdapat dinamika situasional teramati pada salah satu dari lima unit yang digunakan. Kondisi tersebut bersifat individual dan tidak merepresentasikan kondisi maupun karakter lini produk,” ucap Ricky.

“Kami sangat menghargai perhatian, masukan dan insight yang disampaikan, yang menjadi nilai penting dalam mendukung dialog terbuka Lepas serta upaya berkelanjutan kami untuk meningkatkan kualitas produk dan pengalaman berkendara yang kami hadirkan," tambahnya.
Ricky juga mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen penuh untuk menjaga standar kualitas dan keselamatan tertinggi di setiap tahap pengembangan produk serta dalam setiap pengalaman berkendara yang diberikan.
Lepas L8 sendiri rencananya akan mulai dipasarkan pada ajang IIMS 2026. PHEV ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.300 km dan akan dijual dengan perkiraan harga Rp 589 juta. (AB)
#insiden-lepas #lepas-motor #lepas-l8 #penjelasan-as-roda-patah #lepas-l8-iims-2026










