OTODRIVER - Terlepasnya roda belakang Chery Omoda 5 di Johor Bahru, Malaysia, ternyata masih terkait dengan program recall yang pernah dilakukan pada tahun 2024 atas kejadian serupa.
Pada kejadian yang terjadi pekan ini (6/10/2026), ditengarai lepasnya satu modul kaki-kaki belakang sebuah Omoda 5 dimana as roda, paket suspensi, sampai dudukan roda terlepas.
Seperti dikutip dari Car News China, tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Namun peristiwa itu seperti mengingatkan lagi apa yang pernah terjadi di tahun 2024 di negara yang sama.
Waktu itu, Chery Auto Malaysia Vice President, Lee Wen Hsiang, menjelaskan secara resmi bahwa akar masalah kejadian serupa ada pada soal kalibrasi standar mutu komponen saat proses perakitan. Didapati ada titik pengelasan yang terlepas dalam proses servis namun tidak diperbaiki sebagaimana mestinya.
Pasca kejadian tahun 2024, ada sekitar 600 mobil yang sudah beredar di tangan pembeli dipanggil untuk dilakukan perbaikan, pihak Chery di Malaysia masih menyelidiki apakah unit yang kaki-kaki belakangnay terlepas di tahun ini termasuk dari unit yang masuk daftar perbaikan di tahun 2024.
Pihak Chery di Negeri Jiran dikabarkan masih menyelidiki kejadian tersebut awal Oktober ini lebih detail, terutama soal spesifikasi paket suspensi, catatan recall, sampai identitas periode perakitan kendaraan.
Chery Indonesia juga pernah melakukan recall atas Omoda 5
Seiring kejadian tahun 2024, PT Chery Sales Indonesia (CSI) pernah secara resmi melayangkan maklumat recall untuk Omoda 5 Z dan RZ yang dijual di Indonesia.
Sebanyak 420 unit terindikasi bermasalah dengan pada komponen rear axle beam yang mengacu pada masalah yang terjadi di Malaysia. Karena meskipun sama-sama memboyong label Omoda dan menggunakan platform yang sama, akan tetapi kasus ini tidak dijumpai pada Omoda 5 GT dan versi EV yakni Omoda E5.
“Hal ini tidak terjadi pada Omoda 5 GT ataupun Omoda E5, karena keduanya menggunakan sistem suspensi belakang yang berbeda dengan Omoda 5 1.5 Turbo tipe Z ataupun RZ,” jelas Assistant Vice President PT CSI, Zeng Shuo, saat ditemui OtoDriver waktu itu (12/05/2024).
Dikatakannya, Omoda 5 Z dan RZ menggunakan sistem suspensi rear axle beam. Sedangkan untuk Omoda 5 GT dan Omoda E5 menggunakan sistem yang berbeda yakni multi link.
Tipe suspensi rear axle beam ini mengunakan batang (beam) sebagai tumpuan yang menghubungkan bagian roda belakang kiri-kanan. Sedangkan multi-link mengkaryakan lengan ganda untuk memegang masing-masing roda belakang kanan dan kiri.
Adanya lengan ganda yang bisa bergerak secara independen itu maka jenis multi-link menawarkan kenyamanan dan pengendalian yang lebih stabil.

Kembali ke masalah recall, permasalahan seputar copotnya pengelasan pada komponen rear axle beam, pihak Chery mengatakan bahwa hanya terjadi pada satu unit saja di Malaysia dan tidak atau belum dijumpai kasus serupa di Indonesia.
Waktu itu Zeng Shuo juga menambahkan bahwa walau masih indikasi, namun pihaknya memutuskan untuk melakukan recall untuk unit Omoda 5 tipe Z dan RZ di Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan dan kenyamanan konsumen.
Berdasarkan investigasi internal Chery, kasus yang terjadi di Malaysia tahun 2024 itu merupakan unit yang dirakit pada 15 Agustus 2023 atau sekitar 60 Omoda 5. Akan tetapi Chery Malaysia memutuskan untuk melakukan recall terhadap 600 unit Omoda 5 yang dirakit di fasilitas Inokom dengan tanggal produksi 14-17 Agustus 2023.
Chery Indonesia juga memutuskan untuk melakukan recall lantaran produk mereka yang dirakit di PT Handal Indonesia Motor (HIM) menggunakan komponen yang dikirim dari vendor yang sama. Recall yang dilakukan CSI berdasar VIN (vehicle Indentification Number) pada periode produksi perakitan yang sama dengan Malaysia. (EW)











