OTODRIVER - Lebih dari setengah abad Toyota hadir di Indonesia dan mendominasi pasar nasional.
Kehadirannya telah melekat dalam kehidupan orang di negeri kepulauan terbesar di dunia ini.
Toyota pun telah menjadi bagian dari kultur otomotif Indonesia yang beragam, mulai dari gaya hidup, menjadi kanvas kreativitas di dunia modifikasi, hingga ladang ketekunan dan kepiawaian dalam restorasi.
PT Toyota Astra Motor (TAM) menyadari hal itu dan membuat sebuah moment untuk menyatukan berbagai elemen dalam kultur otomotif dalam event yang bertajuk Toyota GR Car Meet 2026.
Dalam acara ini Toyota merangkul car enthusiast komunitas, modifikator, kurator otomotif dan masyarakat umum dalam satu event akbar yang digelar di Parkir Timur GBK Senayan Jakarta, Sabtu (16/05/2026).
Acara ini pun dihadiri lebih dari 400 showcar Toyota yang terkurasi dengan modifikasi ikonik, mulai dari mobil balap, stance, off-road, campervan, daily use, hingga lini Japan Domestic Market (JDM).
Toyota Indonesia pun mengklaim bahwa acara ini sebagai car meet eksklusif Toyota terbesar di Indonesia.
“Sebagai acara car meet terbesar Toyota di Indonesia, acara ini merupakan wadah untuk berbagi passion dan excitement dengan sesama pecinta mobil Toyota, sekaligus mewakili dukungan Toyota terhadap car culture dan industri otomotif kreatif Indonesia,” terang Marketing Director PT TAM, Hiroyuki Oide saat ditemui di acara.
“Kami ingin memposisikan Gazzo Racing bukan hanya sebagai brand motorsport, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan car culture yang melekat pada masyarakat Indonesia,” sambungnya.
Walau pun digelar di Jakarta, namun acara ini pun mendapat perhatian yang cukup besar bagi para car enthusiast dari luar kota.
“Tak bisa dipungkiri bahwa Toyota jadi brand paling sohor dengan durabilitasnya dan sekaligus cukup digemari untuk dimodifikasi,” terang Widodo Teguh dari Prorock Engineering dari kota Solo Jawa Tengah.
“Selain tangguh sebagai sarana transportasi dan juga dapat menjadi sarana aktualisasi diri,” lanjut pria yang identik dengan modifikasi off-road ekstrim ini.
Selain itu acara ini juga menjadi jendela bagi industri kreatif khususnya otomotif yang kian berkembang di Indonesia.
“Saya pasangkan beberapa perangkat komposit serat karbon pada mobil Corolla KE30 yang saya bawa langsung dari kota Malang. Perangkat cukup ringan, berkualias bagus dan merupakan asli bikinan dalam negeri,” beber Adi yang memajang Corolla bermesin 4AG tahun 1978 ini.
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang yang lebih dari sekedar pameran. Event ini juga menjadi berkumpulnya para car enthusiast dengan partisipasi aktif dari 21 komunitas yang tergabung dalam Toyota Owners Club (TOC) serta 21 collaboration partners, termasuk tim balap pabrikan Toyota GAZOO Racing Indonesia (TGRI), Toyota Nation, dan berbagai komunitas lainnya.
Event ini secara khusus menegaskan posisi Toyota sebagai car company yang paham bahwa setiap pengguna mobil memiliki kebutuhan, gaya hidup, dan cara masing-masing dalam menikmati mobilnya. (SS)


















