OTODRIVER - BYD akan buat fasilitas yang mampu mendukung daya hingga 1.500 kW dengan arus 1.500 ampere.
Angka ini meningkat sekitar 1,5 kali lipat dibanding sistem generasi pertama yang diperkenalkan pada 2025 lalu.
Seperti dilansir dari Carnewschina.com (3/2), spesifikasi teknis yang beredar menyebutkan sistem ini memiliki tegangan DC maksimum 1.000 volt serta kapasitas input hingga 2.100 kW untuk mendukung manajemen jaringan listrik.
Parameter tersebut membuka peluang pemangkasan waktu pengisian daya untuk kendaraan listrik bertegangan tinggi, sekaligus kompatibel dengan baterai dan arsitektur penggerak berkemampuan fast charging.

Menurut seorang blogger teknologi asal China, sebagian detail stasiun pengisian generasi kedua ini sudah terungkap secara daring. Laporan tidak resmi tersebut menyebutkan daya puncak mencapai 1.360 kW, mendukung pengisian 10C+, dengan klaim penambahan jarak tempuh sekitar 400 km hanya dalam lima menit. Stasiun ini disebut kompatibel dengan model flagship BYD seperti Han, Tang, dan lainnya.
Desain stasiun dikabarkan mengusung bentuk T dengan dua gun, memiliki luas tapak sekitar 1,5 m², menggunakan kabel pendingin cair berbobot 2 kg, serta dilengkapi sistem distribusi daya pintar.
Kapasitas penyimpanan energi per stasiun juga disebut meningkat dua kali lipat dibanding generasi pertama, sehingga mampu melayani lebih dari 20 kendaraan secara beruntun.
Sebagai catatan, BYD memperkenalkan sistem megawatt flash charging generasi pertama pada 17 Maret 2025. Sistem tersebut terintegrasi dengan platform listrik bertegangan tinggi dan mendukung arus 1.000 ampere, daya puncak 1.000 kW, serta kemampuan pengisian baterai hingga 10C. Dalam kondisi uji, sistem ini mampu menambah jarak tempuh sekitar 400 km dalam lima menit.
Laporan tidak resmi juga menyebutkan bahwa stasiun generasi kedua mendukung platform tegangan lebar 500–1.000 volt. Menariknya, stasiun generasi pertama diklaim masih dapat ditingkatkan menjadi pengisian ultra-cepat 500 kW melalui konfigurasi dual-gun dan sistem intelligent boost. Selain itu, BYD juga disebut tengah menyiapkan versi “youth” dengan daya 200–600 kW agar dapat menjangkau lebih banyak tipe kendaraan listrik.
Hingga akhir 2025, BYD tercatat telah membangun lebih dari 500 stasiun pengisian kelas megawatt di lebih dari 200 kota di China. Pada 2026, jaringan ini direncanakan terus diperluas dengan skema tiga lapis, yakni flagship, satelit, dan komunitas. BYD juga menggandeng Xiaoju Charging dan Xindiantu untuk mendukung pembangunan lebih dari 15.000 stasiun hingga 2026.
Meski begitu, seluruh informasi ini masih bersifat bocoran. Disebutkan bahwa sistem generasi kedua mengalami peningkatan batas kelistrikan, dilengkapi proteksi IP55, serta dirancang untuk meminimalkan dampak terhadap trafo dan jaringan listrik.
Hingga kini, BYD belum memberikan konfirmasi resmi, termasuk terkait model kendaraan yang kompatibel, pembaruan kimia baterai, maupun jadwal implementasi sistem 1.500 kW tersebut.
Persaingan pengisian daya ultra-cepat di China sendiri semakin ketat. Tesla dengan Supercharger V4 berada di kisaran 500 kW, Li Auto sekitar 520 kW, Nio mencapai 640 kW, sementara Xpeng diklaim hingga 800 kW.
Di sisi lain, Zeekr telah mengumumkan stasiun pengisian 1,2 megawatt, sementara Huawei dan Didi juga merilis solusi pengisian daya kelas megawatt. Tren ini menegaskan arah industri kendaraan listrik China yang semakin agresif menuju pengisian ultra-cepat dan platform listrik bertegangan tinggi. (AW)










