OTODRIVER - Chery C5 CSH tinggal tunggu waktu untuk peluncuran resminya di Indonesia. SUV 5 penumpang ini dibekali dengan sistem hibrida diklaim mampu menghantarkanya hingga 1.000 kilometer untuk sekali pengisian bahan bakar. Dan kami diberi tugas untuk membuktikan klaim tersebut.
Otodriver mendapat kesempatan di batch 2 dalam pengetesan ini, tepatnya dari Semarang menuju ke Jakarta. Sebelumnya unit C5 CSH dengan nomor kaca 2 ini sudah dibawa oleh tim media lain di batch 1 dengan rute Jakarta – Semarang.
Alhasil, kami mendapatkan ‘warisan’ sisa jarak yang ditempuh di angka 517 kilometer. Jika dilihat dari Google Map, jarak Hotel Aruss di Semarang tempat kami menginap hingga Cilandak Town Square di Jakarta Selatan tercatat di jarak 442 km. Tim batch 1 mulai perjalannya dari Cilandak Town Square menuju Hotel Aruss Semarang sebagai titik finishnya.
Jika melihat data yang tertera, seharusnya kami bisa menempuh jarak tersebut dengan aman sampai tujuan.

Menapak Jalur Semarang Ke Jakarta
Pada jam 08.30 WIB, suasana pagi yang hangat menghantar perjalanan kami, lokasi hotel kami pun relatif dekat dengan pintu tol.
Di jalanan dalam kota lumpia ini dapat dirasakan bahwa performa dan kehalusan mobil ini langsung menyambut atensi.
Perpindahan kerja mesin ke mode listrik ataupun sebaliknya bekerja dengan halus dan bahkan nyaris tidak terasa.
Demikian pula saat berada di jalanan tol, C5 CHS cukup mudah mengiris jalan bebas hambatan yang disuguhkan dengan kontur perbukitan di Semarang Selatan.
Walau temanya adalah mencapai efisiensi, namun sesekali kami tetap tergoda untuk mencoba performanya, tak dengan cara brutal namun dengan merasakan respons tipis dari mesin terutama saat kickdown di mana teknologi High-efficiency Supercharging (HTC) dengan Electronic Wasgate (E-WG) memberikan respon tanpa ada turbo lag pada mesin 1.500 cc turbo dengan siklus Miller ini.
Pastinya kita tak sabar menunggu untuk bisa mengetesnya performanya secara lebih proper suatu saat nanti dan bisa merasakan akselerasi 0-100 km/jam dalam tempo 7,7 detik seperti yang diklaim oleh Chery.

Sayang, tol Trans Jawa yang kami lintasi tidak sedang dalam kondisi prima. Intensitas hujan yang tinggi sepertinya menyebabkan sebagian jalan rusak. Lobang menganga di mana-mana dan sesekali kami jumpai beberapa kendaraan yang tengah bermasalah dengan hal seputar bannya.
Otomotis perjalanan kami tidak lancar dan bahkan beberapa kali tersendat.
Entah beberapa kali kami harus bermanuver menghindar lobang di atas jalanan. Di sini kami justru bisa menilai bahwa mobil ini cukup sigap untuk dikendarai dan bantingannya di atas permukaan jalan yang keriting pun masih cukup baik.
Kendala kedua adalah hujan yang kadang disertai dengan terpaan angin kencang, sehingga visibilitas di depan terpangkas signifikan walau wiper sudah berupaya bekerja maksimal.
Perjalanan jadi molor? Jawabannya jelas iya. Bahkan setelah 12 jam durasi perjalanan (termasuk berhenti, istirahat, sholat dan ganti pengemudi) posisi kami belum juga sampai tempat tujuan. Durasi ini bahkan lebih panjang dari tim di batch 1 yang menyentuh 12 jam untuk total perjalanan.
Lantaran sudah terlampau malam, lokasi finish pun digeser ke sebuah SPBU plat merah yang tak jauh dari destinasi awal.
Singkatnya perjalanan kami rampung sekitar jam 23.00 WIB. Dan kami sebagai penutup lantaran jadi mobil terakhir yang berhasil finish.
Cukup Satu Tangki Saja
Untuk mengetahui jarak berapa bahan bakar yang dibutuhkan untuk Jakarta-Semarang-Jakarta ini mobil pun diisi kembali hingga penuh.
Alhasil mobil tangki BBMnya kembali penuh setelah menenggak 47,16 liter bensin ron 98.
Hasil yang sempat kami catat, jarak tempuh mobil kami di 936,2 kilometer dan rata-rata konsumsi bahan bakar di 25,6 km/liter.
Hasilnya memang belum menembus klaim Chery, namun mobil ini bisa menjadi gambaran bahwa ia mampu menjelajah Jakarta-Semarang dan kembali lagi ke Jakarta dengan berbagai kondisi jalanan hanya dalam satu pengisian bahan bakar saja. (SS)










