OTODRIVER - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membereskan tata kelola (governance) terlebih dahulu terkait dengan rencana implementasi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) di jalan tol.
"Yang saya harus kerjakan saat ini adalah membereskan governance-nya dulu," ujar Dody dalam konferensi pers di Jakarta, pekan ini (21/2). Seperti dikutip dari Antara.
Hal tersebut sudah disampaikannya kepada pemerintah Hungaria dan juga kepada Kementerian Luar Negeri.
"Saya sampaikan kepada Pemerintah Hungaria, dan saya sampaikan juga ke teman-teman di Kementerian Luar Negeri," ujar Menteri PU lagi.
Dody mengakui telah menyiapkan sejumlah program berkaitan dengan rencana implementasi MLFF di jalan tol Indonesia, hanya saja hal tersebut belum bisa dilakukan mengingat anggaran Kementerian PU yang saat ini masih diblokir oleh Kementerian Keuangan.
"Anggaran saya hari ini masih dikunci sehingga saya belum bisa apa-apa, saya sudah punya program dan saya sudah berbicara dengan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga. Dan pada saat anggaran itu masih dikunci saya belum bisa apa-apa. Tunggulah kasih waktu saya. Tapi pokoknya kalau sudah ada kontrak kita harus hormati kontrak tersebut," katanya.
Kurangi potensi antrean yang berpotensi pemborosan bahan bakar
Sebagai informasi, teknologi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) dapat bermanfaat dalam mengurangi kemacetan di jalan tol.
Indonesia harus berkaca kepada negara-negara maju yang telah menerapkan teknologi transaksi tol nontunai nirsentuh dan Indonesia harus juga bisa menerapkan hal tersebut.
Sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi Cantas yang diintegrasikan dengan data ERI (Electronic Registration and Identification) atau data kepemilikan kendaraan yang dimiliki oleh Korlantas Polri.
Salah satu manfaat dengan kehadiran sistem transaksi MLFF ini adalah efisiensi biaya operasi dan meminimalkan penggunaan bahan bakar kendaraan.
Penerapan transaksi tol MLFF menjadi terobosan dalam menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Selain pemborosan BBM, kemacetan di gerbang tol karena total transaksi harian gerbang tol yang mencapai empat juta transaksi juga dapat mengakibatkan polusi udara. Terlebih saat peak season seperti musim mudik dan libur panjang.
Dalam proyek MLFF melibatkan investasi asing senilai 300 juta dolar AS dari investor asal Hungaria. Sistem ini disiapkan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS).

Beberapa waktu lalu, seperti juga dikutip dari Antara (19/2), Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Roy Rizali Anwar, telah bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Hungaria untuk Indonesia, Lilla Karsay, terkait pembahasan rencana implementasi teknologi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) di jalan tol.
Penandatanganan kontrak kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Hungaria tercatat sejak 2021.
Pelaksanaan proyek MLFF itu juga sudah disahkan semasa Presiden Joko Widodo lewat dilkeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol pada 20 Mei 2024.
Regulasi tersebut mengatur transaksi soal MLFF dan ini termasuk dalam rencana Proyek Strategis Nasional. (EW)
