Menjajal Pendatang Baru, Chery Tiggo 7 Pro

Menjajal Pendatang Baru, Chery Tiggo 7 Pro

Chery sebenarnya bukan brand baru bagi Indonesia. Beberapa waktu lampau brand ini harus mengakui kejamnya pasar mobil nasional dan kemudian menghilang.

Merupakan sebuah kejutan saat tergaung kabar bahwa Chery akan segera mengaspal kembali ke Indonesia. Bukan perkara mudah untuk kembali dan mengambil hati pasar negeri batik.

Chery berencana mengusung tiga model SUV untuk kembali berlaga. Ketiganya dilabeli dengan nama Tiggo 4 Pro, Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro. Ketiganya sudah terlebih dulu diperkenalkan dipublik negeri batik beberapa waktu lalu.

Dan kali ini OtoDriver akan mencoba Chery Tiggo 7 Pro yang akan dibidikkan untuk bermain sebagai rival Wuling Almaz dan juga DFSK Glory 580.

Mohon tanggalkan bayangan tentang Chery Tiggo lama, karena era Tiggo yang saat ini sangat berbeda dan jauh lebih bagus. Penampilannya boleh dikatakan cukup terasa ‘Eropa’ yang terasa elegan. Pada facianya, nampak lampu utama LED yang dipadu dengan grill dengan desain jaring yang unik.

Sedangkan pada bagian buritannya pun nampak ciamik walau desainnya sedikit mengingatkan kita pada sosok KIA Sonet terutama pada bagian lampu.

Berdasarkan pengamatan kami, rancang bangun Chery mengalami akselerasi yang cukup signifikan dari sebelumnya. Kualitas material pada eksterior pun nampak cukup baik.

Sedangkan untuk bagian dalamnya, SUV 5 penumpang ini menggunakan material soft touch pada dasbor hingga door trimnya. Sedangkan bangkunya dibalut dengan menggunakan material kulit. Dan tampilannya makin aksi dengan kehadiran panoramic roof.
Tak hanya itu tombol-tombol yang ada di kabin sangat mudah diraih dari bangku pengemudi dan cukup mudah disimak.

Posisi mengemudi relatif nyaman dengan posisi duduk bisa diatur leluasa dengan bangku yang disetel secara elektrik dan lingkar kemudi dengan fitur tilt dan teleskopik. Demikian pula dengan bangku sebelah kiri depan yang mampu suguhkan kelegaan dan kenyamanan yang cukup baik.

Hanya saja desain dasboarnya yang terasa rendah, salah satu yang terasa sedikit kurang lazim adalah Frit Band (garis bingkai hitam pada sekeliling kaca yang terasa terlampau tebal terutama pada bagian bawah, yang sedikit membuat kurang nyaman.

Sedangkan untuk baris kedua, SUV dengan wheelbase 2.670 mm ini pun memberikan ruang kaki yang cukup lega.

Tiggo 7 Pro mengandalkan mesin 1.5 liter Turbocharged dengan torehan daya 155 hp dan torsi 230 Nm. Di atas kertas mesin Tiggo lebih bertenaga dibandingkan DFSK 580 yang bertenaga 150 hp dan torsi 220 Nm. Sedangkan untuk Almaz hanya puas dengan peraihan daya 140 hp namun unggul dengan torsi 250 Nm.

Angka di atas ini dibuktikan saat mobil ini diajak berakselerasi dan mampu melesat lebih enteng dibanding dua rivalnya tersebut. Walau pun demikian turbo lag masih sedikit terasa terutama pada putaran bawah. Terasa ada jeda walau tidak parah.

Mengenai suspensi, mobil ini terasa sedikit kaku untuk suspensinya. Kurang memberikan rasa nyaman pada saat kecepatan rendah dan melintas di daerah dengan permukaan jalan yang kurang rata seperti jalanan paving block. Namun jika diajak berlari pada kecepatan tinggi, maka kerasnya suspensi tersebut bisa termaafkan.

Seperti disinggung di atas, bahwa langkah Re-entry bagi Chery bukan perkara yang mudah. Namun dengan segala upaya yang telah dilakukan tak tertutup kemungkinan nama Chery akan kembali bergaung.

Chery belum membuka tabel harga untuk mobil ini. Namun sudah dipastikan bahwa brand yang relatif baru terlebih berasal dari Tiongkok akan lebih mudah memikat pasar dengan banderol harga yang menggiurkan.

Selamat datang Chery….

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com