Cek Fakta Mengenai Transmisi D-CVT

Cek Fakta Mengenai Transmisi D-CVT

Daihatsu telah mengembangkan transmisi baru yang disebut “New D-CVT”. Tipe transmisi ini memiliki mekanisme kerja dengan belt seperti CVT konvensional lainya, tetapi yang berbeda pada transmisi ini adalah dikombinasikan dengan split gear yang merupakan keunggulan dari system transmisi D-CVT.

Namun terdapat isu-isu yang beredar mengenai transmisi D-CVT ini. Dengan cek fakta ini semoga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang komponen, mekanisme kerja, perawatan, termasuk tips dan trick dalam penggunaan transmisi D-CVT.

1. D-CVT kurang responsif?

"Tidak, D-CVT juga responsif gunakan kickdown untuk menaikan kecepatan," ujar Ichsan Ady Permana, Instructure Technical Training Center Astra Daihatsu Motor. Kickdown yaitu menginjak pedal gas dalam-dalam dengan cepat ketika mobil digunakan. Jika mobil masih responsif, maka tak ada kerusakan padamobil. Namun, jika sudah tidak responsif, bisa dipastikan transmisi mobil mengalami kerusakan.

2. D-CVT mudah rusak (slip)?

"Tidak benar, sistem selalu aktif menjaga clamping preassure," kata Ichsan. Secara umum, transmisi New D-CVT (Dual Mode Continuously Variable Transmission) memiliki keunggulan lebih halus ketika berpindah gigi dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Penyebab utama dari semua kerusakan tersebut adalah tidak rutinnya oli transmisi diganti yang kemudian berpengaruh pada sistem kerja transmisi.

Gemilang

3. Perawatan D-CVT rumit?

"Tidak benar, hanya dua hal yang perlu diperhatikan "Quality dan Quantity Oli". Dengan diperiksa setiap 20.000km/12 bulan dan ganti setiap 80.000 Km/48 bulan," kata , Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi.

4. Transmisi D-CVT boros bensin?

Beberapa masyarakat beranggapan kalau mobil bertransmisi matik lebih boros BBM (Bahan Bakar minyak) daripada transmisi manual. "Dengan adanya split gear yang merupakan keunggulan dari system transmisi D-CVT, dimana pada saat kecepatan tinggi perpindahan tenaga berpindah dari belt ke split gear sehingga akselerasi mobil dapat maksimal dan dapat menghemat konsumsi bahan bakar," ujar Bambang.
 

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com