OTODRIVER – Berdasarkan data pihak Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, untuk musim mudik tahun 2026 diperkirakan akan ada pergerakan sebanyak 6 jutaan warga melakukan perjalanan keluar kota Jakarta.
Namun begitu, menurut Kepala Bidang Dalops LLAJ Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Yayat Sudrajat Dalam Siniar, beberapa waktu lalu (13/3), juga diperkirakan akan ada sekitar 4.024.251 warga tidak melakukan perjalanan ke luar kota Jakarta atau tidak melakukan perjalanan mudik.
Dijelaskan lebih lanjut oleh Yayat, seperti dikutip dari Antara, empat jutaan warga itu diperkirakan nanti pada tenggat waktu sehari setelah hari Lebaran bakal menyasar berbagai lokasi wisata dan pusat perbelanjaan di wilayah DKI Jakarta sendiri.
Untuk lokasi wisata favorit di Jakarta seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Margasatwa Ragunan. Kemudian kawasan wisata yang juga berpotensi dipadati warga seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta, Kepulauan Seribu, Kawasan Monumen Nasional (Monas), dan Kawasan PIK.
Sementara itu, setidaknya ada tiga pusat perbelanjaan ikut bakal ramai dikunjungi, yakni Kawasan Tanah Abang, Kebon Kacang dan Glodok.


Yayat juga mengabarkan bahwa pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta tetap akan menggelar sejumlah rekayasa lalu lintas untuk menekan peluang terjadinya kemacetan.
Sistem buka tutup atau contra flow, pembatasan kendaraan kendaraan dengan metode ganjil genap, sampai pembatasan mobilitas kendaraan di sejumlah kawasan wisata akan dilakukan secara intensif.
Untuk mendukung berbagai kebijakan manajemen lalu lintas tersebut, pihak Dishub Jakarta menggerakan 2.082 personel.
Ditunjang ketersediaan 90 unit mobil patroli, 90 unit mobil derek, 240 unit rambu portabel, dan 1.350 unit traffic cone maupn water barrier selama musim Angkutan Lebaran 2026.
Di lain pihak, PT Jasa Marga ikut memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran dan arus balik akan terjadi pada 23 Maret 2026 (H+3 Lebaran).
Dipungkaskan oleh Yayat, prediksi proyeksi volume lalu lintas yang keluar Jakarta pada H-10 sampai dengan H-11, kurang lebih ada 3.671.078 kendaraan. Sementara proyeksi lalin masuk Jakarta pada H-10 sampai H+10, ada kurang lebih 3.540.379 kendaraan. (EW)











