Tail Fin, Ketika Desain Mobil Teracuni Persaingan Luar Angkasa

Tail Fin, Ketika Desain Mobil Teracuni Persaingan Luar Angkasa

Era perang dingin antara blok Barat yang digawangi Amerika melawan blok Timur yang dicukongi Uni Soviet memang sudah berlalu awal 90-an silam.

Namun persaingan Barat-Timur yang dimulai pada 1947 ini ternyata tak hanya mempengaruhi situasi politik dan ekonomi, namun juga mempengaruhi desain mobil sekitar era 50 hingga 60-an. Saat itu persaingan teknologi ruang angkasa atau lebih dikenal sebagai Space race memunculkan enterpretasi desain mobil. Wahana ruang angkasa roket khususnya bagian sirip menjadi bagian yang banyak mengilhami.

Kemunculan desain yang sohor dikenal sebagai fintail ini dimulai pada 1948 oleh Cadillac. Walau demikian, desain buntut sedan mewah  ini awalnya muncul dari pesawat ruang angkasa, namun justru dari pesawat tempur bermesin ganda P-38 Lightning. Bagian ekor pesawat yang dijuluki Tail Fork Devil ini kemudian memicu desainer dari pabrikan lain berlomba-lomba mengadopsi desain fintail justru setelah memasuki era 50-an.

Kubu General Motors muncul dengan Chevrolet Belair pada 1955 yang diiringi dengan saudara sekandungnya dari Oldsmobile dengan hingga Buick. Dan pada 1956 Chrysler menjawab dengan kemunculan Imperial muncul dengan buntut yang dilengkapi sirip dan sekaligus roket.

Selanjutnya desain fintail ini pun segera mendunia dan merasuki industri otomobil di seluruh dunia. Mulai dari Toyota dengan Crown di tahun 50-an dan banyak model lainnya. Namun yang paling sohor adalah Mercedes-benz sedan pada 1959 yang dikenal sebagai  Heckflosse.

Ekor sirip pernah jadi bagian desain Mercedes Benz era 50-an

Dari sekian banyak mobil dengan ekor sirip ini, muncullah nama Cadillac De Ville 1959 yang dilabeli sebagai mobil dengan sirip terbesar yang pernah dibuat.

Apakah ada benefit lainnya selain hanya untuk keperluan desain saja tentang tail fin?

Plymouth pernah mengklaim desain sirip ekor ini merupakan stabilisator untuk menambah kestabilan berkendara. Namun teori ini tak sepenuhnya diamini oleh brand lainnya yang lebih memilihnya sebagai elemen desain saja.

Selepas era-60 berakhirlah persaingan desain ekor sirip ini. Namun Cadillac justru mendapat berkah karena menjadi identitas desain divisi mobil mewah GM ini. Bahkan elemen desain ini pun dibawa hingga saat ini dan juga nampak pada mobil-mobil konsepnya. Tentu bukan bongkahan ekor vertikal seperti masa lalu, melainkan desain lampu belakang yang didominasi posisi vertikal.

Cadillac De Ville 1959, Sang raja sirip ekor

 

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com