Lampu Sein Di Negara Ini Kok Warnanya Merah?

Lampu Sein Di Negara Ini Kok Warnanya Merah?

Pada umumnya, lampu sein punya kelir dan pedar warna berwarna oranye alias jingga. Setidaknya itu yang kita kenal di Indonesia.

Akan tetapi ada pengecualian di negara yang satu ini. Warna lampu sein belakang justru berwarna merah, sewarna dengan lampu belakangnya.

Regulasi ini masih tersisa dan eksis di kawasan Amerika Utara yakni Amerika Serikat dan Kanada. Sebagian besar produk mobil yang dijajakan di sana memiliki lampu sein belakang sewarna lampu belakang alias merah. Sedangkan seperti kita ketahui bahwa hampir seluruh negara di luar kawasan tersebut menggunakan lampu sein berkelir jingga atau kalau di AS disebut amber.

Namun ini berbeda dengan sebelum era 50-an. Kondisinya terbalik dengan keadaan sekarang. Saat itu sebagian besar pabrikan justru menggunakan lampu sein merah seperti yang dianut pasar Amerika Utara.

Seiring dengan perkembangan, kemudian muncullah lampu sein berkelir jingga yang dipelopori oleh mobil-mobil asal Eropa. Selanjutnya regulasi menggunakan lampu jingga ini dibakukan di pasar Eropa pada 1963.

Penggunaan warna ini tak serta-merta muncul, namun didahului oleh penelitan di awal 60an yang menyumpulkan bahwa warna jingga lebih cepat ditangkap mata dibanding warna merah. Hal ini membuat pedar lampu ini akan lebih mudah dilihat pengendara lain.

Sebuah studi yang dilakukan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di AS pada tahun 2008 kembali menguatkan hasil penelitian di atas. 

Hasilnya bahwa lampu jingga 28% lebih mudah didentifikasi dibandingkan lampu merah. Lebih jauh lagi, pada 2009 NHTSA memberikan rekomendasi bahwa lampu dengan warna jingga itu, lebih baik digunakan pada lampu sein dibandingkan dengan warna merah.

Namun entah mengapa, hingga saat ini lampu sein belakang merah masih digunakan sebagai sebagian besar standar bagi mobil-mobil bikinan AS. Bahkan beberapa mobil import pun seperti MINI turut mengadopsinya.

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com