Lamborghini Countach Bangkit Kembali. Melenggang Dalam Wujud Supercar Hybrid

Lamborghini Countach Bangkit Kembali. Melenggang Dalam Wujud Supercar Hybrid

Pada 2006 silam, Lamborghini menyodorkan Miura Concept sebagai wujud reborn dari supercar classic era 60-an, Miura. Sayang desain retro nan cantik tersebut tak pernah terwujud. Mobil ini berakhir sebagai penghuni museum Lamborghini di  Sant’Agata, Bolognese, Italia.

Limabelas tahun kemudian, dikabarkan mereka akan menghidupkan kembali Countach. Berbeda dengan nasib Miura, kali ini akan diproduksi dan dibatasi 112 unit di seluruh dunia.  Bloomberg.com menyebut bahwa banderol harganya diperkirakan berada di sekitar USD$ 2,64 juta atau setara Rp 35,24 milyar.

Dikutip dari motor1.com, LPI 800-4 ini teguh mempertahankan mesin V12 yang menjadi ciri Old Countach. Mesin naturally aspirated di belakang kabin  berkapasitas 6.500 cc dengan cetakan daya 769 hp. Kinerja mesin kian beringas lantaran sokongan dari motor listrik 34 hp yang ditenagai oleh teknologi superkapasitor 48 volt. Total menghasilkan daya 803 hp,  yang disalurkan ke empat roda melalui girboks tujuh kecepatan.

Lamborghini mengklaim, supercar ‘reborn’ ini mampu menyentuh kecepatan 96 km/jam hanya 2,8 detik dan 199 km/jam dalam 8,6 detik. Sedangkan puncaknya di angka 355 km/jam. Bandingkan dengan ‘Old’ Countach paling kencang yakni The 25th Anniversary Edition, yang hanya mampu menghantarkan akselerasi 0-96 km/jam dalam tempo 4,7 detik dan kecepatan tertinggi di 295 km/jam.

New Countach meminjam sumber tenaga dari Lamborghini Sian FKP 37, sebuah produk limited lain yang hadir pada 2020 silam. Hanya Sian sedikit unggul dengan torehan daya maksimal di 819 hp.

Tak hanya mesin,  beberapa komponen juga pengaruh desain Sian. Mulai tutup mesin, desain lampu belakang hingga tata letak interior.

Mengenai desain eksterior, tetap menurunkan darah desain Countach. Perwujudan mobil gres ini memiliki kedekatan dengan LP400.

Wujud generasi anyar ini nampak lebih rapi tanpa kehadiran lampu pop-up. Desainer dengan brilian menempatkan posisi lampu utama yang dahulu menjadi  sein. Hal besar namun tidak sampai mengintervensi desain dasar original Countach.

Sedang pada bagian buritan jejak desain klasiknya hanya nampak pada lekukan frame lampu belakang. Sedangkan lampu belakangnya punya desain yang sangat berbeda dengan versi tuanya.

Ciri lama berupa lubang udara di bagian sisi, dipertahankan. Hanya dengan dimensi jauh lebih besar agar mampu menghirup udara makin baik sebagai pendingin mesin.

Konon hampir semua unit New Countach sudah sudah ada pemiliknya, yang akan dikirim pada kuartal pertama 2022.

 

 

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com