Keyless Entry, Teknologi Untuk Kakek-Kakek Yang Mendunia

Keyless Entry, Teknologi Untuk Kakek-Kakek Yang Mendunia

Salah satu perangkat yang diperkirakan akan segera hilang dari sebuah mobil adalah anak kunci. Cepat atau lambat keberadaannya akan digantikan oleh fitur keyless entry. Selain lebih praktis, fitur keyless entry ini diyakini lebih aman karena akses mobil terlindungi oleh kode khusus.

Namun kehadiran fitur ini dikatakan cukup unik, lantaran disodorkan untuk melayani kebutuhan pengguna mobil berusia tua yang mulai direpotkan untuk mencari lobang kunci pada mobil untuk membuka pintu mobilnya.

Realisasi ide ini pun dilakukan oleh Ford Motor Company pada tahun 1980 pada produk-produknya seperti Ford Thunderbird, Mercury Cougar, Lincoln Continental Mark VI dan Lincoln Town Car. Wujudnya berupa tombol-tombol numerik yang ditempatkan di sekitar areal tak jauh dari handle pintu. Pengguna mobil cukup memencet kode nomor yang sudah dimasukkan dan kunci pintu pun terbuka.

Cara yang ditempuh Ford ini kurang lebih hampir sama dengan memasukkan kombinasi pada kunci brankas. Di mana peranti ini tidak bekerja dengan berdasarkan frekuensi tertentu, namun benar-benar hanya mengandalkan kombinasi angka secara manual.

Dalam perkembangannya, sistem keyless entry ini kemudian dikembangkan menjadi bentuk remote dan sekaligus terjadi perubahan cara operasional dari mekanikal menjadi elektrikal. Frekuensi pun menjadi media yang membuka dan menutup sistem kunci mobil.

Pertengahan 80-an, penggunaan frekuensi ini membuat revolusi besar pada sistem keamanan mobil yang menyambungkan sistem ini dengan sistem alarm. Chevrolet Corvette C4 di tahun 1986 diketahui sebagai pelopornya. Bahkan roadster Amerika saat itu disebut-sebut sebagai salah satu mobil yang tak bisa dicuri.

Hingga pada tahun 90-an, sistem keamanan keyless ini disambungkan dengan immobilizer dan terjadi akselerasi yang memungkinkan sebuah mobil dapat starter tanpa memasukkan anak kunci ke dalam lobang kunci utama pada mobil.

Chevrolet Corvette 1993 kembali menjadi pelopor dan menyebutnya sebagai Passive Keyless Entry System. Kemudian Mercedes-Benz memperkenalkan sistem serupa pada 1998. Pabrikan Jerman itu mengenalkan jenis Keyless Entry yang dapat beroperasi hanya mendekatkan kotak kunci dan memencet tombol khusus pada pintu untuk membuka kunci dan sistem keamanan mobil. Model inilah yang kita kenal saat ini sebagai Smart Key.

Lebih jauh lagi, teknologi buka-tutup kunci beserta sistem keamanannya cukup menggunakan applikasi pada handphone. Inilah yang disodorkan oleh Tesla pada Model 3 di tahun 2018.

Markondez

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com