Ketahui 3 Modifikasi Yang Dapat Mengugurkan Garansi Resmi Sebuah Mobil

Ketahui 3 Modifikasi Yang Dapat Mengugurkan Garansi Resmi Sebuah Mobil

Memodifikasi mobil tentu sering dilakukan sebagian besar pengguna roda empat. Hal tersebut dilakukan agar mobil lebih sesuai dengan kriteria pemilik, atau ingin mengubah tampilan supaya tidak membosankan.

Namun di luar itu semua, ternyata kalian perlu berhati-hati. Pasalnya tidak semua ubahan akan bersifat positif. Dan malah merugikan para pemilik. Apalagi jika malah mengugurkan garansi resmi pabrikan yang sudah tercover sejak awal membeli mobil.

Nah, untuk Anda yang penasaran apa saja modifikasi yang dapat menghapus garansi resmi. Berikut ini penjelasan dari Auto2000.

1. Instalasi audio

Salah satunya seperti melakukan instalasi perangkat audio. Pemasangan head unit atau penambahan komponen lain seperti speaker paling sering dilakukan dengan alasan meningkatkan sistem hiburan.

Tapi dikarenakan pemasangan yang salah, seperti mengambil power yang tidak sesuai atau asal menyambung kabel tanpa memperhitungkan tegangan justru mengakibatkan banyak masalah.

Mulai dari aki yang cepat tekor sampai korsleting listrik yang bisa berujung pada terbakarnya mobil. Ini banyak terjadi di instalatur amatir atau modifikasi dengan budget seadanya.

Sebenarnya tidak dilarang selama pemasangannya baik-baik saja, tapi bahayanya kalau dipasang tidak sesuai. Ada yang main sambung sana-sini atau teknisinya tidak mengerti sistem perkabelan dari mobil tersebut.

Padahal itu bisa membuat beban di wiring system menjadi tidak normal dan over, efek fatalnya bikin mobil terbakar.

2. Pasang piggyback

Tidak hanya itu, beberapa konsumen yang merasa tidak puas dengan performa mesin standar dari mobilnya juga kerap mengambil jalan pintas.

Salah satu alternatifnya adalah dengan memasang perangkat elektronik tambahan berupa chip microcomputer atau biasa disebut piggyback.

Tapi sistem kerja piggyback yang mengubah pola kerja engine control unit (ECU) berdampak cukup besar bagi mesin. Pemasangan pigyback itu membuat ECU dipaksa berkerja ekstra keras.

Memang tenaga mobil akan lebih responsif dibandingkan setingan standar pabrikan, tapi efek samping dari penggunaan pigyback itu bisa membuat ECU mobil rusak, bahkan jebol.

Kalau ECU sudah rusak ini repot sekali sekaligus mahal, dan ketika ditemui kerusakanya akibat pemasangan perangkat tambahan, otomatis garansi mobil Anda langsung hangus.

3. Pakai pelek berukuran besar

Lainnya yang paling umum untuk tampilan luar adalah penggunaan pelek dengan ukuran jauh lebih besar dari standar. Penggunaan pelek besar memberi beban berlebih pada komponen kaki-kaki mobil, baik kemudi maupun peredam kejut.

Kalau sampai terjadi masalah di kaki-kaki akibat penggunaan pelek besar, maka klaim garansi Anda bisa ditolak.

Belum lagi aspek lain terkait dengan keselamatan berkendara karena penggunaan pelek besar pasti berpengaruh pada kinerja kaki-kaki mobil.

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com