Grill Pada EV Hanya Sebagai Pemanis Penampilan

Grill Pada EV Hanya Sebagai Pemanis Penampilan

Sejak kemunculan mobil berbahan bakar bensin dan berpendingin air, muncul pula gril sebagai bagian dari estetika mobil. Gril kemudian menjadi komponen wajah sebagian besar mobil beredar dengan posisi mesin di bagian depan.

Selain berlaku sebagai bagian dari estetika, grill berfungsi pula sebagai tempat untuk mengalirkan udara pada sistem pendingin mesin mobil. Di balik grill terdapat unit radiator yang menyandang sebagai pemeran utama proses pendinginan mesin.

Namun seiring dengan kehadiran mobil elektrik murni, nampaknya akan jadi ancaman serius bagi radiator terutama dalam hal fungsi.

Seperti dikutip dari Jalopnik.com, mobil listrik pada dasarnya tidak terlalu memerlukan grill untuk mendinginkan ‘mesin’nya. Walaupun komponen motor listrik ataupun baterainya membutuhkan pendinginan yang bersentral dari radiator. Biasanya menggunakan akses lain yang lebih dekat dengan keberadaan motor listrik ataupun baterai.

Walau demikian, pada beberapa EV, keberadaan grill masih dipertahankan. Namun fungsinya hanya sebagai pemanis saja atau menjadi penegas identitas dari desain mobil.  Sebagai contoh pada BMW i8, pada facianya masih terpahat ‘kidney’ identitas khas BMW.

Tesla lahir tanpa kehadiran grill 

Hal ini pun dapat ditemui pada Hyundai Kona yang masih menempelkan grill pada bagian depan mobilnya, namun justru menggantikan fungsinya untuk tempat charging.

Hilangnya grill sebagai jalur pendinginan mesin, sepertinya membawa keuntungan tersendiri bagi sebuah mobil listrik. Rongga-rongga udara pada grill tersebut dapat diartikan sebagai jalur angin pengisi ‘kantong’ pada bodi kendaraan. Hilangnya fungsi original dari grill ini justru dapat meningkatkan hambatan udara dan sedikit banyak berpengaruh pada efisiensi. 

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com