Tak Ada Kata Mesin CX-3 Terlalu Besar

Tak Ada Kata Mesin CX-3 Terlalu Besar

Konfigurasi mesin kecil dengan turbo sebagai bekal tambahan pada segmen compact SUV saat ini sedang banyak digandrungi oleh para produsen mobil. Namun tren tersebut tidak berlaku untuk salah satu compact SUV dari Mazda yakni CX-3.  

Mazda CX-3 sendiri dibekali mesin SKYACTIV-G 2.0, sesuai namanya ia berkapasitas 2.000 cc. Dengan mesin tersebut, CX-3 diklaim mampu menghasilkan tenaga puncak  149 ps pada 6.000 rpm dan torsi maksimal 195 Nm pada 2.800 rpm, yang dikombinasikan dengan transmisi SKYACTIV-DRIVE otomatis 6-percepatan.

Tak ada istilah mesin terlalu besar. Mungkin itulah yang bisa kami simpulkan dari obrolan dengan Mazda Indonesia. Tentu bukan tanpa alasan produsen asal Jepang itu tetap mempertahankan mesin besar pada compact SUV-nya seperti yang dibekali pada CX-3.

Dijelaskan Head of Department Public Relations and Media Communications PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Fedy Dwi Parileksono, hal tersebut sudah diperhitungkan matang-matang oleh Mazda.

Foto: Imam

 

"Kalau kita lihat memang Mazda CX-3 ini kan menggunakan mesin cc cukup besar yah 2.000 cc naturally aspirated, nah hal ini sudah pasti diperhitungkan dengan baik oleh pihak R&D Mazda Corporation," ujarnya dalam sesi Q & A dengan OtoDriver.

Selain itu Fedy juga menyebut, meski menggunakan mesin dengan kubukasi terbesar di kelasnya, konsumsi bahan bakar Mazda CX-3 cukup irit. Lalu soal performa juga tidak kalah dengan para kompetitornya yang mengguakan mesin berkonfigurasi kecil.

"Walaupun menggunakan mesin 2.000 cc aspirated, Mazda CX-3 ini memiliki efisiensi bahan bakar yang cukup baik, dan performa berkendaranya juga tidak kalah dengan kendaraan cc kecil yang menggunakan turbo," sebutnya.

"Jadi menurut kami bahwa Mazda CX-3 ini memang cocok menggunakan mesin 2.000 cc SKYACTIVE-G gasoline," tambah Fedy.

 
 

Bagikan

Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com