Mazda Produksi SUV Listrik Pertamanya Bulan Depan

Mazda Produksi SUV Listrik Pertamanya Bulan Depan

Mazda Motor Corporation melalui keterangan persnya mengabarkan, bahwa pihaknya telah siap membuka fasilitasnya di Hiroshima dan Yamaguchi, Jepang, secara bertahap. Rencananya mulai Juni 2020, produksi mobil listrik pertama mereka yaitu MX-30 segera dilaksanakan.

Memilih tempat di pabrik Ujina No.1, Hiroshima, SUV bertenaga listrik ini akan dikerjakan. MX-30 sendiri seakan menjadi jawaban permintaan pasar Eropa, yang semakin mengetatkan aturan emisi.

Mengusung teknologi elektrifikasi yang disebut e-Skyactiv1, Mazda menyematkan satu motor elektrik di roda depan. Hasilnya mobil tersebut menghasilkan tenaga tertinggi 107 kW atau 144,9 ps, dengan torsi 264 Nm.

Unit penggerak ditenagai baterai lithium-ion 35,5 kWh yang diposisikan di lantai, guna memaksimalkan ruang. Berkat baterainya, mobil ini dapat menjelajah sejauh 200 km. Selain itu, untuk pengisian baterai pakai konektor DC 50 kW, hanya butuh waktu 30 sampai 40 menit untuk isi daya dari nol ke 80 persen. Versi lebih lamanya juga ada, memakai koneksi AC 6,6 kW.

 

Desain atraktif sama seperti model-model konvensional Mazda lain. Menariknya, pintu belakang menganut gaya suicide atau membuka ke belakang. Ini diklaim terinspirasi dari RX-8 yang telah mengaplikasikannya duluan.

Bertujuan memberi akses lebih lapang bagi penumpang belakang, lantaran pilar B tereliminasi. Untuk memastikan keamanan, pintu belakang hanya bisa dibuka setelah mengoperasikan yang depan.

Fitur canggih pun dibenamkan. Seperti konsol tengah dipasang melayang. Bak jembatan, ada layar sentuh 7 inci yang difungsikan sebagai pengatur suhu kabin. Di belakangnya terpasang tuas transmisi berleher pendek.

Kemudian kenop putar untuk mengontrol head unit. Desain khas Mazda yang juga bisa ditemukan pada model-model lainnya. Terkait kenyamanan berkendara, MX-30 disematkan G-Vectoring Control versi anyar, disebut e-GVC Plus.

Perangkat itu memanfaatkan motor elektrik untuk mengatur perpindahan tekanan beban dari depan ke belakang. Sehingga seluruh penumpang tak akan terasa terlempar saat bermanuver. Kabarnya, versi Rotary Range Extender akan ditawarkan. Teknologi ini semacam Plug-in Hybrid, yang menggabungkan mesin rotary dengan motor elektrik untuk meningkatkan daya jelajah.

Selain itu belum ada informasi lebih lengkap lagi. MX-30 diperkirakan mendarat di diler-diler Eropa pada akhir tahun 2020. Dugaan banderol mulai $35 ribu atau Rp 520 jutaan.

Simak Video : VIDEO: C-HR Hybrid Tembus 28 KM/Liter

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com