Tol Bisa Jadi Tempat Mematikan, Lakukan 7 Hal Ini

Tol Bisa Jadi Tempat Mematikan, Lakukan 7 Hal Ini

Dengan diresmikannya ruas-ruas baru jalan tol, maka para pengemudi di Indonesia dihadapkan dengan pengalaman baru yakni mengendara dalam kecepatan konstan dan relatif tinggi dalam waktu lama.

Jalanan yang lebih mulus dan sarat dengan kecepatan tinggi ini membutuhkan kesiapan khusus baik pada aspek personal maupun pada aspek kendaraan. Beberapa kasus kecelakaan yang terjadi pada ruas tol ini terjadi karena tabrakan tunggal, karena ketidaksiapan dari aspek pengemudi ataupun mobilnya.

 

“Tidak semua orang pernah merasakan pengalaman mengendara dalam kondisi jalanan lurus, lancar dan kecepatan tinggi. Banyak hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan untuk berkendara di jalanan seperti itu,” terang Catur Wibowo, Senior Trainer ORD Training Centre saat dihubungi (9/3).

Menurut pria yang akrab disapa Ninot ini, tantangan di jalanan yang demikian ini butuh kesadaran dan kesiapan pengemudi. “Perjalanan seperti ini butuh kesadaran dan tanggung jawab yang besar karena risiko yang hadapinya pun besar. Tak sedikit orang yang terpancing untuk melarikan mobilnya di atas batas kecepatan yang diperbolehkan 100 km/jam,” tuturnya. Mengenai batas kecepatan di tol sepenuhnya diatur lewat undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Baca juga: Wuling Confero Terguling Di Tol, Ini Kata Pakar

“Jalanan mulus dan lurus cukup monoton namun butuh konsentrasi tinggi. Terlena dan hilang konsentrasi jadi masalah yang melatar belakangi terjadinya kecelakaan di tol,” imbuh Ninot.

Ninot mengatakan bahwa pengemudi harus membiasakan dengan beberapa hal untuk tetap selalu dalam kondisi prima.

1. Biasakan mata selalu bergerak. Dengan demikian memperkecil kemungkinan terlena dan menekan rasa kantuk.

2. Hindari dehidrasi yang dapat mengakibatkan hilangnya konsentrasi akibat stamina menurun.

3. Biasakan diri untuk beristirahat setelah 4 jam mengemudi nonstop.

4. Lakukan stretching saat istirahat

5. Jangan memaksakan diri. Jalankan kembali kendaraan jika kondisi badan sudah memungkinkan.

6. Penggunaan audiotainment diperbolehkan untuk mengusir kejenuhan. Namun setting agar suara audio tidak menutupi pendengaran driver dalam berkomunikasi dengan pengendara lain.

7. Patuhi peraturan lalu-lintas dan batas kecepatan.

Selain persiapan dari aspek pengemudi, jangan lupakan aspek kendaraan. Pastikan kendaraan dalam kondisi layak dalam segala hal, mulai dari ban, rem dan segala sesuatunya.

Simak Video : VIDEO: Menghindari Malapetaka Pecah Ban

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com