Fanbelt, Komponen Murah Namun Vital Yang Harus Diganti Secara Berkala

Fanbelt, Komponen Murah Namun Vital Yang Harus Diganti Secara Berkala

Komponen tali kipas alias fan belt punya fungsi sebagai penerus putaran mesin untuk menggerakkan komponen lainnya seperti kompresor AC dan alternator. Fan belt ini akan terus berputar selama mesin hidup.

Namun komponen ini pastinya akan mengalami keausan seiring berjalannya waktu. Hal tersebut diungkapkan oleh David selaku pemilik bengkel Dunia Usaha Motor di kawasan Tangerang Selatan.

"Biasanya fan belt rusak karena memang sudah waktunya ganti. Umurnya sekitar 30.000 hingga 40.000 km. Namun biasanya sebelum rusak ada tanda-tanda yang bisa diketahui oleh pemilik mobil. Seperti suara berdecit  l karena gesekan dengan pulley dan belum mengalami pemuaian karena panas, jadi ada bunyi berdencit," paparnya saat ditemui di bengkelnya (18/6).

Selain itu, tanda-tanda fan belt sudah waktunya diganti bisa dilihat secara fisik. Fan belt akan terlihat pecah-pecah atau retak di bagian dalam fan belt.

"Caranya balikkan saja fan belt bila dilihat ada retakkan halus di bagian dalamnya, itu tandanya sudah harus ganti," sambungnya.

Tentunya, jangan biarkan komponen ini getas dan harus diganti bila sudah mengalami kerusakan. Sebab, bila didiamkan dan putus di jalan akan sangat fatal.

“Fan belt yang putus akan membuat putaran AC, Alternator dan sebagainya tidak akan berfungsi.Alternator yang tidak terhubung pasti bikin aki cepat soak karena tidak ada arus yang masuk mengisi aki," papar David.

Namun jangan khawatir, karena komponen ini tergolong cukup terjangkau. “Contoh untuk Toyota Avanza, harga Fanbeltnya Rp 100.000 sudah dapat yang orisinil. Kalau Kijang Innova Rp 350.000. Tidak terlalu mahal, namun penting untuk diganti secara berkala,” tutup David.

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 

Bagikan

Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com