Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Ini Kata Pakar Soal Pemakaian B50 Yang Patut Diperhatikan

Harus lebih peduli terhadap kondisi mesin.
Tips
Selasa, 30 Juni 2026 17:30 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Mesin diesel dengan turbocharger mengonsumsi B50 perlu memperhatikan kebersihan komponen internal, turbocharger-nya sendiri, dan komponen pengatur suhu mesin (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Tepat tanggal 1 Juli 2026, akan hadir bahan bakar baru yaitu Biosolar B50 yang mengandung bahan dari kelapa sawit. 

Bahan bakar baru itu akan menggantikan BBM sejenis dengan kode B40, yang menurut Pakar konversi energi sekaligus dosen senior Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, akan dihabiskan stoknya secara total dari seluruh Indonesia sapai bulan September 2026. 

Diutarakan lagi oleh pria yang akrab dipanggil Pak Yus itu, ada sejumlah hal yang perlu dipahami oleh pengguna kendaraan diesel sebelum mengonsumsi B50. 

Disebutkannya, saat ditemui langsung pekan lalu (27/6/2026), paling tidak akan terasa ada penurunan performa mesin disertai konsumsi bahan bakar yang lebih boros adalah potensi sinyal awal dari pemakaian B50. Akan lebih terasa jika sebelumnya mengonsumsi solar sekelas Pertamina Dex. 

BACA JUGA

Jika ada ide liar untuk mencampur B50 dengan solar sekelas Pertamina Dex juga diiingatkan oleh Yus tidak akan berpengaruh banyak jika yang dikejar adalah performa sekaligus tingkat konsumsinya seperti menggunakan bahan bakar Pertamina Dex tadi. 

Belum lagi, karena ada kandungan nabati pada B50 maka kepedulian untuk melakukan pembersihan komponen internal, setidaknya pada komponen-kompenen berjuluk filter atau saringan, perlu lebih diperhatikan. 

Secara awam, bahan bakar dengan kandungan nabati dari tanaman kelapa sawit itu punya tabiat dalam hal higroskopis alias mudah menyerap air. 

Ada potensi menggumpal jadi cairan padat atau jeli. 

Selain itu karena sifatnya yang mengikat kotoran maka konsumsi solar nabati bias melarutkan lemak nabati yang kemudian dapat menyumbat saluran yang mengairkan bahan bakar. 

Begitu pula soal korosi akibat tingginya kadar air, terlebih pada sistem pasokan bahan bakar bertekanan tinggi seperti common rail. 

Meski begitu, Yus yang juga kerap membantu pihak Pertamina dalam pengujian bahan bakar dan pelumas, menyatakan bahwa pemakaian B50 akan punya pengaruh banyak dalam upaya untuk menekan angka emisi dari gas buang kendaraan bermotor. 

Komponen-komponen penyaring berpotensi lebih cepat penggantiannya jika rutin mengonsumsi B50 (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Potensi penambahan biaya perawatan kendaraan diesel 

Pemahaman dasar soal karakter dari B50 yang berimbas pada peluang untuk melakukan perawatan ekstra terhadap mesin diesel memang menjadi risiko yang tidak bisa dihindari. 

Seperti juga diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, yang mengatakan ada potensi peningkatan biaya operasional seiring konsumsi B50. 

Esther menuturkan lagi, seperti dikutip dari Antara (29/6/2026),  biaya tersebut diperlukan untuk pemeliharaan mesin kendaraan, terutama bagi mesin-mesin diesel lama yang tidak dirancang untuk menggunakan campuran minyak nabati berkadar tinggi.

Setidaknya, masih menurut Esther, pada operasional kendaraan dalam kondisi yang berat seperti di wilayah pertambangan berisiko meningkatkan biaya pemeliharaan mesin hingga 10 persen.

Serupa dengan Esther, Senior Analys PCO & Specialties PT. Pertamina Lubricants, Mulianto, yang ditemui pekan lalu (27/6/2026), memberikan panduan mudah meskipun secara waktu serta tenaga, dan juga biaya, akan berpotensi ada penambahan dalam hal pemeliharaan mesin diesel yang mengonsumsi B50. 

Paling tidak perlu lebih cermat dalam pemilihan pelumas mesin yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan. 

Di pasaran tersedia oli mineral dan sintetik, oli mineral akan maksimal penggunaannya sampai rentang jarak berkendara 5.000 kilometer. Untuk oli jenis sintetik akan punya rentang pemakaian antara 7.500-10.000 kilometer. 

Mulianto kembali mengingatkan, pelumas jenis mineral hanya bisa direkomendasikan untuk mesin diesel konvensional dan non-turbo. Sementara untuk jenis sintetik peruntukkannya untuk mesin diesel turbo dan generasi terbaru.

Untuk komponen utama maupun tindakan yang perlu lebih diperhatikan; cek selalu kondisi filter solar, pembersihan deposit karbon dan material lain pada saluran bahan bakar, perhatikan kondisi komponen peningkat daya jika ada seperti turbocharger bawaan pabrik, dan jangan lengah atas komponen-komponen pengatur suhu mesin. (EW)

Mobil bermesin diesel generasi terbaru akan lebih minim potensi gangguan teknis akibat konsumsi B50 dibandingkan mesin diesel generasi lama (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tags Terkait :
Perawatan B50
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Solar B50 Mulai Disosialisasikan Luas, Pelaku Usaha Soroti Ketersediaan dan Mutu BBM

Sosialisasi B50 biodiesel dan ketersediaan BBM dibahas dalam talkshow GIIAS 2026, dengan pelaku usaha menekankan distribusi dan kualitas bahan bakar.

1 hari yang lalu

Truk
UD Trucks Quester 2026 Meluncur, Kini Punya Transmisi Otomatis dan Pilihan Mesin Lebih Lengkap

UD Trucks Quester 2026 transmisi otomatis ESCOT diluncurkan di GIIAS 2026 dengan pilihan mesin GH8 dan GH11 untuk efisiensi operasional armada.

1 hari yang lalu


Bus
Organda : Dukung B50 Tapi Minta Pasokannya Terjamin

Kelangkaan solar akhir-akhir ini semakin meresahkan para operator.

3 minggu yang lalu


Berita
Solar B50 Sudah Masuk SPBU, Harga Rp6.800 Per Liter

Pembelian tetap pakai barcode karena masuk kategori bahan bakar bersubsidi.

3 minggu yang lalu


Tips
Ini Kata Pakar Soal Pemakaian B50 Yang Patut Diperhatikan

Harus lebih peduli terhadap kondisi mesin.

4 minggu yang lalu


Berita
Pasar Mobil Diesel Baru Lesu, Tapi Toyota Masih Bisa Melaju

Durabilitas dan efisiensi operasional masih jadi faktor unggulan.

1 bulan yang lalu


Tips
Pelumas Di Mesin Diesel Punya Tugas Utama Menyerap Jelaga

Mesin butuh perawatan ekstra jika mengonsumsi bahan bakar B50

1 bulan yang lalu

Berita
Harga B50 Harus Lebih Murah Dibandingkan Pertadex

Pemahaman soal karakter bahan bakar baru ini juga perlu lebih ditingkatkan bagi pengguna kendaraan bermesin diesel

1 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Changan Nevo Q05 Pro vs Max, Bedah Perbedaan Rp50 Juta Antara Keduanya

Changan Nevo Q05 Pro vs Max perbedaan harga Rp50 juta diulas secara detail, dengan varian Max menawarkan velg 18 inci, power tailgate, dan panoramic roof sementara performa motor listrik tetap sama.

55 menit yang lalu


Berita
Sebagai Pendatang Baru, BAW Perkenalkan Produknya Di GIIAS 2026

Model MPV premium akan rilis resmi akhir tahun ini

1 jam yang lalu


Berita
Toyota Kijang Innova Reborn Masih Tetap Dipertahankan Di Indonesia

– Toyota Kijang Innova Reborn masih memiliki tempat penting di pasar Indonesia.

2 jam yang lalu


Mobil Listrik
Hyundai Ioniq 3 Senjata Baru Untuk Gempur EV Tiongkok

Hyundai Ioniq 3 Indonesia diperkenalkan di GIIAS 2026 untuk mengukur respons pasar terhadap EV yang lebih kompak dari Ioniq 5.

4 jam yang lalu


Berita
Mengenal Lebih Dekat Xpeng L03 Setir Kanan Yang Debut Dunia di Indonesia

Xpeng L03 setir kanan pertama di Asia Tenggara,debut di GIIAS 2026. Model ini dilengkapi tiga chip AI Turing dan sistem intelligent driving NGP VLA 2.0.

13 jam yang lalu