Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Diesel Commonrail Tak Haram Pake Solar Subsidi, Asal Disertai Empat Kiat Ini

Mesin diesel dengan yang sudah menganut commonrail injection, distribusi bahan bakarnya menggunakan saluran bertekanan tinggi
Tips
Senin, 31 Mei 2021 11:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Mesin diesel dengan yang sudah menganut commonrail injection, distribusi bahan bakarnya menggunakan saluran bertekanan tinggi yang langsung dialirkan melalui saluran (rail) menuju masing-masing injektor penghasil semprotan solar bertekanan tinggi. Teknologi ini tentunya menghasilkan pengabutan bahan bakar lebih baik dibanding diesel konvensional.

Sistem common rail juga mampu membuat emisi yang lebih rendah, serta konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dari mesin diesel tipe lainnya. Lantas, seperti apa bahan bakar yang dibutuhkan oleh mesin diesel common rail ini?

Bahan bakar solar yang beredar di Indonesia cukup beragam. Khusus yang dijual di SPBU Pertamina saja, terdiri dari beragam jenis. Mulai Bio-Solar, DexLite dan kualitas tertinggi, Pertamina DEX.

Berdasarkan spesifikasinya, mesin diesel common rail membutuhkan solar dengan kualitas baik, yang memiliki sulfur rendah dan angka Cetane Number tinggi. 

Namun, ada beberapa kendala bagi pengguna mobil bermesin diesel common rail ini, selain harga solar non-subsidi dianggap terlalu mahal, terkadang ketersediaan pun kadang sulit ditemui di daerah tertentu. 

Akhirnya solar subsidi pun menjadi pilihan pengganti. Apa yang dilakukan jika mobil bermesin diesel commonrail terpaksa menggunakan solar bersubsidi?

Menurut David selaku pemilik bengkel Dunia Usaha Motor spesialis Toyota di Tangerang Selatan, ada 4 hal yang bisa dilakakukan, jika mobil bermesin diesel common rail terlanjur menggunakan solar bersubsidi.

1. Melakukan pengisian bahan bakar di SPBU yang terpercaya dan ramai pembeli. "Pom bensin yang ramai pembeli pasti bersih, karena solarnya diperbaharui terus", ujar David tersebut.

2. Lakukan purging alias pembersihan injektor secara rutin minimal setiap 10.000 - 15.000 km. "Jika kita pakai solar biasa (subsidi) pasti kandungan sulfurnya tinggi, pasti ruang bakarnya lebih cepat kotor. Nah, Tujuan purging ini membersihkan ruang bakar serta menjaga injektor dan seluruh salurannya tidak terbentuk kotoran padat. Kalau dibiarkan menumpuk, efek jangka panjangnya bisa merusak nosel injector," wantinya.

3. Rutin mengganti filter solar, setiap 5.000 - 10.000 km. "Agar kualitas bahan bakar tetap terjaga, filter solar ini juga harus rutin diganti supaya injektor tidak dipenuhi oleh sulfur dan bisa menjaga performa mesin," ujar pria berpostur bongsor ini.

4. Buang endapan di dalam mangkuk sedimenter secara rutin setiap 5.000 sampai 10.000 km. "Solar juga kadang-kadang tercampur air. Nah, gunanya membuang endapan air ini agar tidak masuk ke dalam ruang bakar. ini bisa dilakuin sendiri kok. Caranya dengan dengan membuka plastik penutup lubang pembuangan di bawah filter solar dan keluarkan seluruh air dan solar yang ada di dalamnya sampai habis," jelasnya.

Namun, soal penggunaan solar bersubsidi ini, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu pada bengkel resmi. Karena toleransi kualitas bahan bakar yang diberikan, berbeda-beda dari tiap pabrikan mobil. 

Masing-masing bahan bakar untuk mesin diesel punya karakter yang berbeda. Terendah, tentunya solar bersubsidi, dengan Cetane Number 48 dengan kandungan sulfur 3.500 ppm (parts per million). Kemudian DexLite, yang mulai didistribusikan April 2016 lalu, memiliki Cetane Number 51 dengan kandungan sulfur 1.200 ppm. Sementara Pertamina DEX merupakan yang kualitasnya tertinggi, memiliki Cetane Number 53 dengan kandungan sulfur di bawah 300 ppm.


Tags Terkait :
Tips Diesel
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Amankah Gonta-Ganti Merek BBM?

Apakah mengganti BBM dengan brand lain ada pengaruhnya?

9 bulan yang lalu


Tips
Konsekuensi Mobil Diesel Gunakan Solar Subsidi

Mobil bermesin diesel kini masih menjadi salah satu favorit pilihan konsumen Indonesia.

1 tahun yang lalu


Tips
Mesin Diesel Euro 4 Masih Aman Tenggak Bio Solar?

Mobil bermesin diesel kini masih menjadi salah satu favorit pilihan konsumen Indonesia.

1 tahun yang lalu


Berita
Tips Agar Turbo Di Mobil Anda Lebih Awet

Mesin bensin maupun diesel pada mobil modern kini banyak yang dilengkapi dengan turbo.

1 tahun yang lalu


Terkini

VIDEO: Crash Test Jetour T2 (ASEAN NCAP)

Jetour T2 berhasil menjalani Crash Test yang telah diuji tabrak di lembaga ASEAN NCAP

Crash Test | 2 jam yang lalu


Berita
Holiday In Style 2025, Liburan Nyaman Dan Bertenaga Pakai Mitsubishi Destinator

Mitsubishi Destinator adalah mobil keluarga yang nyaman dan memiliki desain yang menarik. Begini impresinya jika digunakan plesir ke Bandung bersama keluarga.

3 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Juara Kelas LCGC Di Indonesia Tahun 2025

Meskipun penjualan mobil nasional sedang tidak baik-baik saja, namun konsistensi hadir di segmen pembeli mobil pertama untuk Daihatsu.

4 jam yang lalu


Berita
Honda Super-One Meluncur Di Singapura, Harganya Horror

Mobil ini dijajakan di Singapura di angka S$178.999 atau setara dengan Rp 2,3 miliar.

5 jam yang lalu


Berita
Insentif Mobil Listrik Justru Membebani Negara?

Belakangan ini, pemerintah menggalakkan peraturan Low Carbon Emission Vehicle alias LCEV.

14 jam yang lalu