Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Nasi dan Hubungannya dengan Kecelakaan Lalulintas

Serotonin dan Melatonin muncul sebagai penyebab kantuk akibat makan karbohidrat berlebihan.
Tips
Sabtu, 21 September 2019 10:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Kehilangan konsentrasi akibat mengantuk menjadi salah satu dari sekian banyaknya penyebab kecelakaan lalulintas. Kelelahan menjadi pemicu kantuk, namun ternyata bukan hal itu saja yang menjadi penyebab kantuk. Perlu disadari salah satu penyebab kantuk justru hadir dari makanan khususnya nasi putih.

“Nasi putih berpotensi mengundang kantuk lantaran mengandung kabohidrat tinggi. Agar bisa memecah komponen karbohidrat yang kemudian akan di serap oleh sel-sel tubuh, dibutuhkan energi yang cukup besar,” terang Mieke Saraswati, seorang ahli gizi di salah satu rumah sakit di Jakarta Pusat.

“Proses ini memicu peningkatan gula darah dalam tubuh. Agar kadar gula tidak terlalu banyak dalam tubuh, pankreas lantas menghasilkan hormon insulin. Hormon inilah yang mampu meningkatkan kadar triptofan dalam otak. Selanjutnya, triptofan akan meningkatkan kadar hormon bernama serotonin dan melatonin,” lanjutnya.

Serotonin membuat kita merasa tenang dan nyaman. Sementara melatonin merupakan hormon yang akan diproduksi agar tubuh bisa beristirahat. Sehingga tak aneh jika setelah makan nasi, terlebih dalam porsi yang besar akan merasa mengantuk.

Maka dari itu, jika sesudah melahap santapan berat dengan 'landasan' nasi sebaiknya beri jeda beberapa jam sampai terlewati rasa kantuk yang menghinggap. Lebih baik menunda perjalanan ketimbang mengemudi dengan mata kantuk akibat kekenyangan nasi.


Tags Terkait :
Tips Mengemudi Safety Driving
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Mudik In Style 2026, Menepis ‘Bad Luck’ Lepas L8

Review mudik Lepas L8 Lebaran: Uji jarak 1.200 km ke Yogya dalam 18 jam, interior lega, desain mewah, suspensi lembut, efisiensi 22-24 km/liter.

1 bulan yang lalu


Berita
Mudik in Style 2026 : Mudik Pakai Hyundai Kona Electric, Lebih Murah Isi Listrik Daripada Bayar Tol

Mudik Hyundai Kona Electric Depok-Semarang 449 km: biaya listrik Rp170.000 vs tol Rp400.000, konsumsi 6,7 km/kWh, SPKLU lancar tanpa antrean.

1 bulan yang lalu


Tips
Waspada Kelelahan Mata Saat Mengemudi Di Pergantian Hari

Waspadai kelelahan mata saat mengemudi pergantian hari. Pakar safety driving sarankan istirahat 10-15 menit, senam mata, dan kacamata polarized untuk cegah silau.

1 bulan yang lalu


Tips
Perhatikan Tanda-Tanda Munculnya Microsleep Saat Mengemudi

Paksa untuk tidur sebentar untuk memulihkan kesadaran serta konsenterasi

1 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Chery QQ Dari Waktu Ke Waktu

Versi pertamanya sempat dianggap produk contekan.

3 jam yang lalu


Berita
Begini Spesifikasi BYD Atto 1 Termurah Yang Resmi Dirilis

BYD Atto 1 mendapatkan varian baru di Indonesia.

6 jam yang lalu


Berita
Chevrolet Camaro Bakal Bangkit Lagi Dari Kubur Di 2027

Camaro akan kembali pada generasi VII setelah kebangkitan kembali yang kedua.

7 jam yang lalu


Berita
Penjualan Terus Anjlok, Honda Akan Stop Produksi Beberapa Model Di Cina

Honda mempercepat penyesuaian produksinya di Tiongkok seiring sejumlah model bermesin konvensional maupun elektrifikasi seperti ZR-V, Fit, Accord e:PHEV, dan e:NS1.

8 jam yang lalu


Mobil Listrik
BYD Siapkan Varian Murah Atto 1

BYD siapkan varian murah BYD Atto 1 tipe STD guna saingi EV mungil seperti Changan Lumin. Perluas pilihan dan akses kendaraan listrik bagi konsumen.

9 jam yang lalu