Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Inilah Truk Bobot 5-10 Ton Terlaris Kuartal I 2023

Kepala Kuning dan Kepala Putih bersaing ketat
Truk
Senin, 19 Juni 2023 13:05 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Kendaraan niaga dengan bobot 5-10  ton jika diperhatikan juga termasuk ketat. Kalau tidak bisa disebut panas, karena tiap merek punya pilihan model maupun varian yang banyak. Konsumen akhirnya memang dimudahkan untuk memilih produk beradasarkan kebutuhan yang spesifik.

Ketatnya pasar kendaraan niaga secara umum ini bisa dilihat dari merek yang bertarung; ada Hino, ada FAW, Toyota, Mitsubishi Fuso, Isuzu, UD Trucks, Wuling, DFSK, sampai Mercedes-Benz. “Secara prinsip sederhananya penyedia kendaraan niaga menghadirkan kendaraan yang bisa membawa barang banyak yang berat dan juga bawa barang banyak yang ‘ringan’,” ungkap President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia  yang dihubungi beberapa waktu lalu.

Pria yang juga menjabat Ketua Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) itu kemudian menjelaskan bahwa dua hal membuat setiap APM bisa menghadirkan model maupun varian yang ‘detail’. Seiring dengan perkembangan bidang logistik yang juga semakin kompleks.

BACA JUGA

Berikut besaran secara wholesales sejumlah truk yang paling banyak diminati konsumen berdasarkan tonase yang diambil dari data Gaikindo kuartal pertama tahun 2023.

Untuk yang berbobot 5-10 ton secara total bisa terjual 22.991 unit. Mitsubishi Fuso seri FE 75 Super HDX N jadi yang terlaku dengan angka 5.018 unit. Si Kepala Kuning itu diikuti oleh Isuzu seri NMR 71T HD yang mencatatkan angka 3.292 unit. Dan nama ketiga yang terlaris adalah FE 74 HD N masih dari Mitsubishi Fuso, angkanya 3.118 unit.

Para petarung di segmen 5-10 ton juga nama-nama raksasa seperti UD Trucks, Toyota, Mitsubishi Fuso, Hino, FAW, dan Isuzu.

Baca juga : Jagoan Pikap Kuartal I 2023: Suzuki Carry

Baca juga : Katagorisasi Kendaran Niaga Di AS

Isuzu ELF seri NMR pesaing terdekat Kepala Kuning di segmen 5-10 ton


Tags Terkait :
#bus #truk #busindonesia #trukindonesia #safetydriving #defensivedriving
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Musim Lebaran: Terminal Kalideres Cuma Buat Bus AKAP Yang “Sehat”

Langkah preventif menjaga keselamatan dan kenymanan perjalanan

2 tahun yang lalu


Berita
GIICOMVEC 2024: Hadir Beragam Teknologi ‘Hijau’

Akan hadir juga banyak penyedia suku cadang maupun peranti aftermarket

2 tahun yang lalu


Berita
Naik Harga, Tiket Bus AKAP Ke Jateng dan Jatim Jelang Natal

Tujuan ke Sumatera harga tetap

2 tahun yang lalu


Berita
Kepala Terminal Kampung Rambutan: Pemudik Jangan Terima Minuman Dari OTK

Selalu waspada setiap saat

2 tahun yang lalu


Terkini

Truk
Truk Listrik Volvo Laku 5.000 Unit Di Seluruh Dunia

Truk listrik Volvo terjual 5.000 unit di seluruh dunia, dikirim ke 50 negara dengan delapan model. Armada menempuh 170 juta km sejak 2019.

13 jam yang lalu


Bus
Pakai Cara Pabrikan Tiongkok, Produsen Bus Listrik India Ini Rilis Model Terbaru

Mayoritas proses desain sampai perakitan dilakukan dalam satu atap.

1 hari yang lalu


Pikap
Isuzu D-Max EV Mulai Dipasarkan Untuk Pasar Eropa

Isuzu D-Max EV mulai dipasarkan di Eropa. Spesifikasi Isuzu D-Max EV Eropa: tenaga 200 hp, baterai 66.9 kWh, torsi 347 Nm, range 263-335 km WLTP.

1 hari yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

3 hari yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

3 hari yang lalu