Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Begini Cara Desain Bus Double Decker

Proporsi jangan sampai hilang
Bus
Jumat, 18 Agustus 2023 20:10 WIB
Penulis : Erie W. Adji


BACA JUGA

Di perhelatan GIIAS 2023 di hall kendaraan komersial, khusunya pada area bus, ada kuartet bus double decker yang haram terabaikan begitu saja. Bisa disebut jika sebuah perusahaan karoseri sudah mampu membangun bus double decker maka kemampuan sektor rekayasa engineering maupun sektor manufakturnya sudah tidak usah diragukan.

Berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia, sebuah bus double decker ketinggiannya tidak boleh lebih dari 4,2 meter, kemudian panjangnya juga tidak bisa lebih dari angka 13,5 meter, dan angka 2,5 meter harus dipatuhi.

Jika satu unit akan diposisikan sebagai unit bus kelas regular eksekutif Non-Ekonomi dengan formasi kursi 2-2 maka bisa langsung mengangkut sampai di atas 40 penumpang sekali jalannya. Namun karena  biaya pembuatan bus double decker juga termasuk paling tinggi maka opsi menggabungkan dua kelas ‘luxury’ dalam satu unit jadi jamak dilakukan sejumlah perusahaan otobus.

Pada dekade ’80-an sebenarnya bus double decker atau bus tingkat sudah masuk Indonesia. Waktu itu masih dipakai untuk rute bus kota saja, seperti yang pernah ada di kota Jakarta maupun Surabaya. Bus dengan spesifikasi CBU bermerek Volvo dan Leyland merupakan dua nama yang produknya jadi pilihan untuk bus tingkat.

Secara teknis ada beberapa hal yang bisa jadi nilai pemikat dari bus tingkat ini. Sebut saja; saat dioperasionalkan akan menghemat pemakaian jalan karena daya tampungnya yang maksimal serta bagi penumpang pada dek atas bisa mendapatkan pemandangan yang lebih leluasa.  

 Rata-rata karoseri dalam membangun bodi eksterior lengkap model double decker butuh biaya Rp 900 jutaan 

Hal lain yang biasanya jadi perhatian operator bus maupun pengemudinya, laju maupun manuver bus tidak sefleksibel bud dek tunggal. Sehingga medan jalan berliku jadi kurang tepat buat dilintasi bus tingkat ini. Dan tentu saja kecepatan yang terkendali menjadi perhatian para pengemudi agar penumpang di dek atas tidak terganggu kenyamanannya.

“Sebenarnya untuk mendesain bus double decker hampir sama (dengan bus single deck). Hanya saja karena ukuran proporsi lebih tinggi maka harus benar-benar didesain lebih menarik,” buka Kusririn, R&D Manager Laksana (18/8).

Sejurus kemudian dijelaskan lagi, karena bidang bodinya yang jadi lebih besar, soal tarikan garis bodi yang terkesan ‘compact’ jadi tantangan tersendiri juga. “Bagian view depan, view samping, dan view belakang (harus) benar bener harus lebih ‘terkombinasi’ garis desainnya tanpa meninggalkan ciri khas dari Desain SR3,” jabar Kusririn lagi.

“Pengaturan proporsi dan detail  bisa mendukung karakter dari sebuah bus DD (double decker) ataupun non DD, semua punya ciri khas tersendiri yang mengakomodasi (nuansa) kemewahan secara keseluruhan,” tuntas pria yang juga disebut sebagai salah satu "Bapak SR" ini.

Satu unit toilet rata-rata dihargai Rp 20 jutaan

 

Mengingat bus double decker merupakan “top of the line” dari sebuah perusahaan karoseri maka komponen yang diadopsi juga ikut menyesuaikan. Misalnya untuk pembiayaan pembelian sasis, harga yang harus ditebus mulai Rp1,6 miliar sampai Rp2 miliar tergantung merek dan variannya. Sementara untuk bodi sendiri, menurut Indraningsih selaku GM Sales Laksana, ada di kisaran harga Rp 900 jutaan

Berbekal dari harga bodi itu, untuk bisa menjadi satu unit bus utuh masih harus ditambah harga untuk pengadaan jok, maupun AC, termasuk ragam detail lain. “Secara umum biaya untuk menyediakan toilet saja sekitar Rp 20 juta,” ujar Nugroho Eko S., penggawang marketing dari karoseri Tentrem.

Disebutkannya lagi, harga jok untuk kelas “super luxury” bisa mencapai Rp 6 jutan per unitnya,”Tinggal dikali berapa jumlah kebutuhannya untuk satu unit bus.”

Kabin pada dek atas jika dibuat untuk kelas "luxury" umumnya bisa menampung 14 penumpang

Untuk jok ataupun pendinginan udara kabin umumnya merupakan pesanan terpisah dari operator bus. Nantinya saat pemasangan akan dilakukan oleh pihak karoseri.

Baik pihak Tentrem maupun Laksana menyebutkan bahwa satu unit bus double decker bisa mencapai harga Rp 4 miliar. “Setiap perusahaan otobus biasanya memiliki permintaan khusus yang membuat satu unit bus termasuk double decker punya rentang harga hingga jadi bus utuh yang tidak seragam,” pungkas Nugroho.  

Jika satu unit bus double decker dibuat untuk kelas "eksekutif" bisa dinaiki sampai 40-50 penumpang

 

Baca juga : Desain Bus GIIAS 2023: Detail Dan Warna Jadi Kunciannya

Baca juga : Adiputro dan Laksana Balapan Bus Setrum


Tags Terkait :
#bus #truk #busindonesia #trukindonesia #safetydriving #defensivedriving #indonesia #giias2023
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Toyo Tire Rilis Ban ‘Terbaik’ Untuk Pikap Listrik

Tahun 2024 pasar Amerika Serikat dapat jatah pertama di dunia

2 tahun yang lalu


Pikap
Suzuki Super Carry “X Limited”, Pikap Tak Lagi ‘Culun’

Konsepnya “Tough and Fearless”

2 tahun yang lalu


Van
Nah, Daihatsu Atrai Sedang Tes Jalan Nih?

Atau akan hadir sebagai 'All New' Luxio tahun depan?

2 tahun yang lalu


Pikap
Toyota Hilux Rangga Didukung 50 Karoseri

Sebagai salah satu strategi ‘grebek pasar’, seluruh pesanan bodi harus terakomodir

2 tahun yang lalu


Terkini

Pikap
Bak Kuping, Desain Pikap Klasik yang Bertahan Puluhan Tahun Sebelum Akhirnya Punah

Tonjolan rumah roda di luar bak membuat pikap klasik Amerika tampil unik. Inilah bak kuping, desain yang dulu jadi standar sebelum akhirnya hilang dari pasaran.

4 jam yang lalu


Truk
Lagi-Lagi, Truk Rem Blong Makan Korban Jiwa

Manajemen perawatan kendaraan dan kemampuan mengemudi masih dianggap remeh.

5 jam yang lalu


Truk
Boomerang Suspension, Suspensi Unik Truk Inovasi Dari Brazil

Bentuknya mirip bumerang dan fungsinya menjaga roda tetap menapak di medan ekstrem. Inilah Boomerang Suspension, inovasi unik Engesa yang tak pernah jadi standar industri truk.

8 jam yang lalu

Truk
Mengapa Truk Pakai Ban Ganda di Belakang? Ternyata Sudah Ada Sejak Lebih dari Seabad Lalu

Truk besar hampir selalu punya dua ban di tiap sisi roda belakang. Ternyata konfigurasi ini sudah dipakai sejak 1908 dan lahir dari kebutuhan mengangkut beban lebih berat.

1 hari yang lalu


Bus
Ramp Check Bus Libur Nataru 2026 Sudah Mulai Dilakukan

Musim Nataru 2025 ada pengurangan kecelakaan angkutan darat secara signifikan.

1 hari yang lalu