Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Trend Bus Mesin Belakang

Lebih fleksibel dalam pengaturan bangku, lebih banyak memuat barang, lebih adem di kabin dan tidak berisik, jadi keunggulan bus bermesin belakang
Bus
Selasa, 31 Desember 2019 16:15 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Awal kehadiran bus sebagai sarana transportasi massal dimulai dengan bus dengan konfigurasi mesin depan. Bahkan tak sedikit bus yang dibangun di atas sasis truk atau dengan menggunakan basis sasis truk, seperti beberapa bus lansiran Dodge, Ford ataupun Chevrolet yang pernah mewarnai wajah transportasi massal Indonesia pada dekade '40 hingga '80-an.

Akan tetapi, keberadaan bus bermesin depan semakin terpinggirkan, walaupun masih ada beberapa jenis seperti Hino AK Series ataupun Mercedes-Benz OF 1623. Jenis bus bermesin depan ini masih diminati lantaran lebih ekonomis dari segi operasional dan tangguh.

Namun pasar mulai berpaling, lantaran kurang nyaman dikendarai dan kurang bisa memberikan fleksibilitas daya angkut penumpang dan barang. Selain itu bus bermesin belakang punya penyebaran panas mesin yang tidak mengganggu kabin, dan mesin terdengar lebih kedap dibandingkan bus mesin depan.

BACA JUGA

Seperti dikutip dari Ensiclopedia Britanica, disebutkan bahwa bus pertama bermesin belakang hadir pada 1931, hanya saja belum berhasil dilacak rinci mereknya. Rancangan ini dinilai brilian namun tidak ‘booming’ di pasaran, karena dinilai rumit dan kurang andal.

Seiring berkembangnya teknologi mesin, transmisi, suspensi dan kontruksi rancang bangun bus yang ada, lambat laun bus pun berpindah ke sistem mesin belakang dan penggerak roda belakang.

Mercedes-Benz diketahui sebagai pengembang bus rear engine secara massal. Pada 1951 Mercy menghadirkan O 6600 H yang mendapat julukan sebagai pembuka era bus modern. Bus ini menggunakan menggunakan mesin berpendingin udara dan dilengkapi dengan pilihan transmisi matik.

Kini, konfigurasi bus mesin belakang menjadi andalan hampir di semua penjuru dunia.

Bus Mercy mesin belakang dan bertransmisi matik

Tags Terkait :
Rear Engine Bus Modern Bus Mercedes-benz
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Trend Bus Mesin Belakang

Lebih fleksibel dalam pengaturan bangku, lebih banyak memuat barang, lebih adem di kabin dan tidak berisik, jadi keunggulan bus bermesin belakang

6 tahun yang lalu


Berita
Kupas Tuntas Truk Mercedes-Benz dan Perkembangannya di Indonesia

Makin serius bidik segmen tambang

2 tahun yang lalu


Berita
Fuso Pamerkan Ketangguhan Armada Euro 4 Di GIIAS 2022

Dengan konsep Power of The New Era, Fuso menampilkan produk yang tangguh, namun ramah lingkungan dengan Euro 4.

3 tahun yang lalu


Berita
Rangkaian Roadshow Mercedes-Benz Axor Euro 4 Sambangi Pekanbaru

Kota kedua yang dikunjungi DCVI, untuk memperkenalkan Mercedes-Benz Axor Euro 4 ke khalayak Pekanbaru.

3 tahun yang lalu


Terkini

Truk
Warisan Mesin Horizontal Truk Pertama Mercedes-Benz

Posisi mesin horizontal diyakini bisa menyalurkan tenaga lebih maksimal sekaligus lebih efisien konsumsi energinya

1 hari yang lalu

Bus
Laka Fatal Bus ALS Di Sumsel Bukti Ramp Check Masih Formalitas

Kondisi bus harus diperiksa Dishub sebelum diberangkatkan.

2 hari yang lalu


Truk
Truk Listrik Volvo Laku 5.000 Unit Di Seluruh Dunia

Truk listrik Volvo terjual 5.000 unit di seluruh dunia, dikirim ke 50 negara dengan delapan model. Armada menempuh 170 juta km sejak 2019.

5 hari yang lalu


Bus
Pakai Cara Pabrikan Tiongkok, Produsen Bus Listrik India Ini Rilis Model Terbaru

Mayoritas proses desain sampai perakitan dilakukan dalam satu atap.

6 hari yang lalu


Pikap
Isuzu D-Max EV Mulai Dipasarkan Untuk Pasar Eropa

Isuzu D-Max EV mulai dipasarkan di Eropa. Spesifikasi Isuzu D-Max EV Eropa: tenaga 200 hp, baterai 66.9 kWh, torsi 347 Nm, range 263-335 km WLTP.

1 minggu yang lalu