OTODRIVER - Extended Range Electric Vehicle (EREV) saat ini mulai dilirik sebagai model hybrid yang memberikan solusi berkendara ala mobil listrik (BEV) tanpa kehadiran range anxiety (kekhawatiran akan jarak tempuh).
Kehadiran mesin bakarnya dipresentasikan sebagai generator yang memberi suply listrik saat baterai besarnya mulai kehilangan kapasitas listrik karena pemakaian.
Belakangan trend EREV atau dikenal juga sebagai Range Extender Electric Vehicle (REEV) ini pun mulai diadaptasi pada berbagai brand, mulai dari brand asal China hingga AS.
Namun ternyata, GWM, salah satu raksasa otomotif dari China punya pandangan lain. Pabrikan yang bermarkas besar di Baoding, China ini mengatakan tidak akan mengembangkan EREV sebagai bagian dari strategi teknologi masa depannya.
Pengumuman ini dilakukan dilakukan saat GWM meluncurkan platform globalnya GWM One pada awal tahun ini.
Mengutip dari Carnewchina, Presiden GWM, Mu Feng menjelaskan sikap perusahaannya terhadap teknologi EREV itu.
Ia mengatakan bahwa EREV tidak menghadirkan hambatan teknis yang berarti, namun membawa kerugian inheren dibandingkan solusi penggerak langsung, terutama dalam kondisi mengemudi yang sensitif pada efisiensi.
Lebih jauh lagi Mu Feng membeberkan bahwa sistem EREV bergantung pada mesin pembakaran internal untuk menghasilkan listrik, yang kemudian melewati beberapa sistem kontrol sebelum disalurkan pada motor penggerak dan diubah jadi energi mekanik untuk memutar roda.
Mu Feng mengatakan, transisi energi yang panjang ini mengakibatkan kerugian efisiensi berlapis terutama saat digunakan pada kecepatan menengah dan tinggi.
Selanjutnya ia mengatakan bahwa pengujian internal GWM menunjukkan bahwa EREV 13% tidak efisien jika dibandingkan dengan sistem penggerak langsung (direct-drive) dalam skenario ini.
Perlu diketahui bahwa yang dimaksud dengan direct drive ini adalah penggerak hybrid di mana mesin bakar secara langsung memberikan suport untuk menggerakkan kendaraan (hybrid pararel).
Hal ini yang tidak ditemui pada sistem EREV yang menganut konsep hybrid seri yang mengandalkan penggerak murni dari motor listrik (electric driven).
Secara tidak langsung GWM akan lebih fokus dalam penggembangkan PHEV yang sering disebut sebagai alternatif lain dari EREV. (SS)
