Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

Pakai Mobil Listrik Mudik Antar Pulau Ternyata Tetap Nyaman, Ini Kuncinya

Infrastruktur yang kian lengkap dan tersedia luas menjadikan pengguna EV semakin percaya diri menggunakan mobilnya untuk menempuh jarak ratusan bahkan ribuan kilometer.
Mobil Listrik
Selasa, 8 April 2025 15:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Nyaman dengan EV keluar kota. (Foto: Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Melakukan perjalanan jauh seperti mudik lebaran dengan menggunakan mobil listrik nampaknya mulai sering ditemui. Infrastruktur yang mulai lengkap dan tersedia luas menjadikan pengguna EV semakin percaya diri menggunakan mobilnya untuk menempuh jarak ratusan bahkan ribuan kilometer.

Rahman seorang pengguna EV dengan rute Jakarta- Bali. (Foto: Otodriver)

Seperti halnya yang dilakukan oleh Rahman Luthfi Herdian dan Andomo Chaniago. Kedua anggota Aioners.id ini yang menjelajah ribuan kilometer menuju dua destinasi yang berbeda yakni Bali dan Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Kebetulan keduanya menggunakan mobil dengan tipe berbeda, Rahman mengunakan Aion Y Plus Executuve sedangkan Andomo mengandalkan Aion Y Plus Premium

Secara spesifikasi versi Premium ini punya jarak tempuh hingga 490 km dan baterainya berkapasitas 63,2 kWh. Se dangan tipe Executive dibekali baterai 50.66 kWh dengan daya jelajah 410 km. Dari sisi bobot Premium 80 kg lebih berat dari Executive yang berat kotornya mencapai 1.670 kg.

BACA JUGA

Aion Y Plus memiliki motor listrik berdaya 201 hp dan torsi 225 Nm yang diguyurkan seluruhnya ke roda depan alias (FWD).

Merencanakan rute perjalanan(Foto : Otodriver)

Merencanakan rute perjalanan

Merencanakan rute perjalanan menjadi hal baku yang harus dilakukan. Mengingat harus juga merencanakan lokasi stasiun pengisian daya. 

“Tentu dalam melakukan perjalanan panjang seperti ini harus ada yang dipersiapkan secara khusus dan juga strategi terutama dalam hal pengisian daya,” terang Rahman Luthfi Herdian, dalam pesan singkatnya. Enginer di perusahaan minyak nasional ini membeberkan bahwa dirinya menggunakan aplikasi PLN Mobile. 

“Di sini peran Trip Planner dari aplikasi tersebut punya peran penting untuk mengetahui dan menentikan kapan dan di mana untuk pengisian daya,” sambungnya.

“Jadi kita sudah tahu kira-kira jarak yang akan ditempuh dan juga tempat-tempat yang akan digunakan untuk melakukan pengisian daya,” sahut Andomo Chaniago.

“Bisa saja melakukan perubahan rute, namun harus diikuti juga dengan penyisiran data untuk tempat-tempat pengisian daya,” sambung pria yang akrab disapa Ichan ini. “Sekarang lebih nyaman dan mudah karena bisa langsung diketahui melalui aplikasi PLN Mobile dengan Trip Plannernya,” sahut pegawai swasta ini.

Pada Trip Planner ini juga sudah dapat diketahui jenis SPKLU apakah itu model AC ataupun DC (fast charger) beserta dengan kapasitas chargingnya.

Kapan harus isi setrum (Foto : Otodriver)

Kapan Yang Tepat Mengisi Daya

Menggunakan Trip Planner sangat membantu dalam menemukan titik pengisian daya. Namun tentunya setiap mobil listrik punya spesifikasi beda mulai dari bobot, kemampuan motor listrik dan juga kapasitas baterai.

Hal ini yang akan menjadikan strategi pengisian baterainya menjadi berbeda satu dan lainnya.

“Saya lebih memilih untuk melakukan pengisian setiap kondisi baterai menunjukkan 50% atau bisa juga setiap 250 km untuk pengisian. Sejauh masih di jalur tol Trans Jawa maka relatif aman bahkan sampai Banyuwangi,” tutur Rahman.

“Selama perjalanan dari Jakarta ke Bukit Tinggi kami melakukan pengecasan hingga 7 kali dan jurusnya pun relatif sama yakni melakukan pengisian begitu kondisi baterai menyentuh sekitar 50%. Walau beberapa kali kurang dari angka itu, namun sejauh ini semuanya terpantau melalui aplikasi,” sambung Ichan. “Kebetulan pada musim mudik ini semua SPKLU termasuk yang di kantor PLN dalam kondisi siaga dan aman digunakan,” jelasnya.

Menjaga Kecepatan

Teorinya sama dengan mobil konvesional, semakin digeber maka konsumsi BBM atau setrumnya pun makin cepat tandas. Karena itu Rahman melakukan metode berkendara dengan smooth.

“Soal jarak tempuh tergantung cara kita membawa mobil. Kalau akselerasi ngebut terus ya boros juga. Biasanya untuk kecepatan rata-rata di atas 100 kpj paling dapat jarak cuma 120 km utk konsumsi batere 50%,” ujar Rahman.

“Tapi kalau kecepatan rata-raya di bawah 60 km/jam bisa dapat jarak 250 km untuk konsumsi baterai 50%,” sambungnya.

“Kecepatan tinggi otomatis konsumsi listrik cepat habis, namun saat ini semuanya bisa dipantau dan dikalkulasi jadi kita bisa menentukan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan,” tambah Ichan. (SS)


Tags Terkait :
BEV Trip Planner EV
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Tips
Mudik Pakai Mobil Listrik, Gunakan Strategi Ini

Mudik pake mobil listrik perlu strategi

3 bulan yang lalu


Mobil Listrik
Pakai Mobil Listrik Mudik Antar Pulau Ternyata Tetap Nyaman, Ini Kuncinya

Infrastruktur yang kian lengkap dan tersedia luas menjadikan pengguna EV semakin percaya diri menggunakan mobilnya untuk menempuh jarak ratusan bahkan ribuan kilometer.

1 tahun yang lalu


Tips
Perlu Perhatian, Pengecekan Ulang EV atau Mobil Hybrid Paska Perjalanan Jauh

Pengecekan ulang EV hybrid setelah perjalanan jauh penting: cek tekanan ban, rem, coolant, aki, kelistrikan, dan cuci mobil. Penjelasan pakar GAC AION Indonesia.

2 bulan yang lalu


Berita
GIIAS Bandung 2024 Catat Pencapaian Menggembirakan

Dalam lima hari pelaksanaan, puluhan ribu pengunjung menghadiri pameran GIIAS Bandung 2024

1 tahun yang lalu


Berita
Ora 3 Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban Pihak GWM

Ora 3 merupakan hatchback listrik bergaya retro yang saat ini dimiliki oleh Great Wall Motor. Apakah dalam waktu dekat masuk ke Indonesia? Ini jawabannya

2 tahun yang lalu


Berita
BAIC T1 Sudah Tiba di Indonesia, Simak Spesifikasinya Sebelum Dijual

BAIC T1 merupakan model terbaru yang segera dijual BAIC Indonesia. Lihat spesifikasinya.

12 jam yang lalu


Berita
SPY SHOT: Mazda 6e Versi Setir Kanan Sudah Ada di Thailand

Unit produksi pertama Mazda 6e versi setir kanan (RHD) tertangkap kamera di Thailand.

19 jam yang lalu


Berita
Porsche Tidak Akan Bikin 911 EV Murni

Porsche punya lini produksi EV dengan reputasi bagus. Performanya pun bisa dibilang cukup jempolan. Tapi pabrikan asal Zuffenhausen ini tegas mengatakan bahwa mereka tidak akan membuat 911 EV

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Aurus Senat Pesaing Maybach, Sedan Rusia Tunggangan Vladimir Putin

Bisa dilengkapi proteksi untuk hadapi lontaran roket maupun granat.

7 jam yang lalu


Berita
Tiga BMW M Diluncurkan Serentak, Model Station Wagon Dibanderol Rp 2 Miliaran

BMW meluncurkan tiga model terbaru dari divisi performance M. Tiga model serentak diluncurkan yang terdiri dua coupe yakni M2 dan M2 CS, serta M3 Touring yang berwujud station wagon.

9 jam yang lalu


Berita
BAIC T1 Sudah Tiba di Indonesia, Simak Spesifikasinya Sebelum Dijual

BAIC T1 merupakan model terbaru yang segera dijual BAIC Indonesia. Lihat spesifikasinya.

12 jam yang lalu


Berita
Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor DKI Jakarta Masih Sampai Agustus

Tidak perlu membayar denda bunga keterlambatan.

14 jam yang lalu


Berita
SPY SHOT: Honda Avancier di Thailand, SUV Flagship Rival Palisade

Bukan rahasia lagi jika Honda tengah menghadapi tekanan besar di pasar Asia akibat persaingan ketat dari pabrikan asal Tiongkok.

17 jam yang lalu