Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

Belajar Dari Thailand, Bagaimana Cara Meningkatkan Populasi Mobil Listrik?

Thailand membuat beberapa peraturan baru terkait mobil listrik guna meningkatkan populasi mobil ramah lingkungan tersebut dengan cepat. Apa saja yang dilakukan?
Mobil Listrik
Jumat, 25 Februari 2022 14:00 WIB
Penulis : Ahmad Biondi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Tidak hanya di Indonesia, beberapa negara ASEAN termasuk Thailand tengah menggenjot populasi mobil listrik demi meningkatkan kualitas udara dan mengurangi polusi di negara tersebut.

Salah satu cara yang ditempuh oleh Thailand ialah menyetujui insentif pajak untuk mempromosikan peralihan ke kendaraan listrik. Selain itu, strategi ini juga untuk menarik lebih banyak investasi untuk membantu meningkatkan ekonomi di Negeri Gajah Putih.

Seperti dilansir Reuters, keringanan pajak kendaraan listrik termasuk mengurangi bea masuk tahun ini. Diskon yang diberikan, sebesar 40 persen untuk kendaraan listrik yang diimpor secara utuh dengan harga 2 juta Baht.

Sedangkan untuk mobil listrik dengan banderol yang lebih tinggi, antara 2 juta sampai 7 juta Baht akan diberikan keringanan bea masuk hingga 20 persen.

Pemerintah Thailand juga akan memotong cukai impor kendaraan listrik, dari 8 persen menjadi 2 persen. Dengan relaksasi ini, diharapkan dapat menambah 7.000 kendaraan listrik pada tahun pertama. Hal tersebut menurut Menteri Keuangan Thailand, Arkhom Termpittayapaistih, dalam konferensi pers.

Selain itu, hal lain yang juga disetujui adalah pemotongan tarif pajak penghasilan dari 35 persen menjadi 17 persen untuk profesional asing terampil di industri atau zona ekonomi yang ditargetkan.

Skema kendaraan listrik untuk 2022 hingga 2025 yang telah disetujui pekan lalu, sebagai bagian dari kebijakan kendaraan tanpa emisi dan tujuan untuk memastikan 30 persen dari total produksi mobil di Thailand, adalah kendaraan listrik pada 2030.

Sementara itu, produsen mobil yang memenuhi syarat juga akan menerima subsidi antara 70 ribu Baht sampai 150 ribu Baht untuk setiap kendaraan listrik.

"Hal ini untuk mendorong investasi dan lapangan kerja. Ini perlu, kalau tidak kami tidak akan bisa mengimbangi karena pabrikan mobil dan yang akan menyusul kami," tegas Arkhom.


Tags Terkait :
Thailand Mobil Listrik
A

Ahmad Biondi

Editor

Pria necis yang hobi olahraga ini sudah menjadi jurnalis otomotif sejak 2009. Berpengalaman menguji dan mereview banyak...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Honda Memohon Pemerintah Thailand Ringankan Pajak Kendaraan CBU

Honda meminta pemerintah Thailand mempertimbangkan pengurangan pajak impor untuk mobil yang diproduksi di Jepang.

2 minggu yang lalu

Berita
Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE Hadir di GIIAS 2026: Performa, Kenyamanan, dan Teknologi Elektrifikasi dalam Satu Paket

Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE masih menjadi andalan Nissan di segmen SUV pasar Indonesia. Simak keunggulannya.

3 minggu yang lalu


Berita
MPV Elektrifikasi Canggih Nissan Serena e-Power, Bisa Diandalkan Untuk Kebutuhan Harian Keluarga

Nissan mengandalkan Serena terbaru untuk bermain di pasar elektrifikasi MPV.

4 minggu yang lalu


Berita
Punya Beragam Teknologi Hybrid, Mitsubishi Justru Pilih HEV untuk Indonesia

Saat ini sistem HEV dinilai paling sesuai dengan karakter konsumen di Indonesia.

4 minggu yang lalu


Berita
Ini Perbedaan Sistem Pada Mitsubishi XForce HEV dan Xpander HEV

Perbedaan sistem hybrid XForce HEV dan Xpander HEV terletak pada generasi teknologi. XForce mengadopsi sistem lebih baru dengan transaxle dua speed, sedangkan Xpander masih menggunakan single speed.

1 bulan yang lalu


Berita
Kata Toyota, PHEV Belum Siap Untuk Pikap

Toyota Hilux PHEV belum siap untuk diterapkan karena tantangan massa, muatan, dan kemampuan menarik beban yang belum memenuhi standar pikap. Toyota lebih mempertimbangkan FCEV pada 2028.

1 bulan yang lalu


Berita
Aturan EV Malaysia Diperketat, Tak Boleh Impor Utuh Model Entry Level

Pemerintah Malaysia resmi memberlakukan regulasi yang lebih ketat terhadap impor mobil listrik utuh atau Completely Built-Up (CBU).

1 bulan yang lalu


Bus
Kemenhub Dorong Organda Terus Perluas Elektrifikasi Armada

Tapi biaya pengadaan kendaraan komersial tenaga listrik di Indonesia masih sangat tinggi

2 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Usia Puluhan Tahun, Great Corolla Masih Bikin Pemiliknya Rela Jelajah Nusantara

Great Corolla Club Indonesia gelar Jambore Nasional yang dihadiri anggota dari berbagai penjuru Nusantara

41 menit yang lalu


Van
Chery Membuat Van Tenaga Listrik Yang Dinamakan Delivan

Dalam pemasarannya akan masuk kawasan Eropa terlebih dahulu.

14 jam yang lalu


VIDEO: Crash Test Leapmotor B05 (Euro NCAP)

Leapmotor B05 kembali membuktikan keselamatannya.

Berita | 15 jam yang lalu


Berita
Beberapa Unit Tesla Model Y Alami Ambles Suspensi Belakang

Tesla Model Y L, SUV enam penumpang yang diproduksi di Gigafactory Shanghai, China, tengah menjadi sorotan.

15 jam yang lalu


Berita
Zeekr 7X Bakal Gendong Baterai 85 kWh dan Tenaga Hampir 500 Hp

Zeekr 7X bakal mendapat pembaruan signifikan. Begini spesifikasinya.

16 jam yang lalu