Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaCrash Test

Inilah Penyebab Suzuki Swift Dapat Skor Kecil Saat Crash Test

Suzuki Swift versi India dapat skor kecil dalam uji tabraknya.
Crash Test
Rabu, 17 Oktober 2018 11:00 WIB
Penulis : Hariawan Arif


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Maruti Suzuki Swift terbaru telah diluncurkan di India beberapa waktu lalu. Pihak Global New Car Assessment Program (NCAP) juga telah melakukan tes uji keselamatan untuk mobil tersebut.

Namun ternyata hasil dari pengujiannya tersebut mengecewakan, karena hatchback tersebut hanya mendapatkan skor dua bintang. Skor buruk ini didapatkan secara spesifik untuk Swift versi India.

Dari hasil laporan uji tabrak, GNCAP mendapatkan hasil bahwa body shell mobil ini tidak stabil serta tidak mampu menahan benturan yang terjadi saat tabrakan. Selain itu, Swift juga dianggap gagal dalam perlindungan untuk penumpang dewasa maupun anak di bagian belakang.

Untuk perlindungan bagian belakang, kursi untuk anak (car seat) yang dipasang menghadap ke depan tercatat baik untuk perlindungan pada bagian dada. Namun perlindungan pada bagian kepala dan leher dirasa belum cukup baik, hingga menghasilkan cedera yang cukup parah.

Padahal secara fitur keselamatan lainnya, Swift sudah cukup baik dengan dual airbag untuk bagian pengemudi dan penumpang depan. Sementara untuk kursi anak, sudah tersedia kursi ISOFIX di belakang. Tapi memang salah satu hal yang membuat penilaian dari Swift buruk juga disebabkan belum adanya fitur Anti-lock Brake System (ABS) pada versi India ini.

Versi India dari Swift memang sangat basic dalam pembuatannya, mulai dari fitur Electronic Stability Control (ESC) turut absen dalam melindungi mobil ini. Padahal fitur keselamatan tersebut sudah menjadi standar bagi Swift versi Eropa dan Jepang.

"Versi terbaru dari Swift yang dijual di India telah mengalami peningkatan dengan baik soal keselamatan, dapat dilihat dari dual airbag sebagai standar. Hal itu merupakan efek positif dari ketegasan pemerintah India mengenai peraturan uji tabrakan baru. Namun kinerja Swift yang dijual di Eropa dan Jepang jauh lebih baik dari itu, sehingga GNCAP menargetkan Maruti Swift dengan target tinggi," ujar David Ward selaku Sekretaris Jenderal GNCAP.

Pemangkasan fitur keselamatan ini sebenarnya memang dilakukan oleh Suzuki India untuk menguntungkan pabrikan karena ongkos produksi jadi lebih murah.


Tags Terkait :
Suzuki Swift Crash Test
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
IIMS 2026 Sukses Catatkan Transaksi Rp 8,7 Triliun

Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang dilaksanakan di Jakarta dari 5 sampai 15 Februari berhasil menarik 580.250 pengunjung dan membukukan transaksi hingga Rp8,7 triliun.

1 hari yang lalu

Berita
Jadi Pusat Perhatian Di IIMS 2026, Apakah Suzuki XBee Sudah Bisa Dipesan?

Berpotensi jadi pengganti Suzuki Ignis karena menggunakan platformnya serupa.

1 minggu yang lalu


Berita
Inilah Tiga Model Hybrid Suzuki Yang Menjadi Pusat Perhatian

Suzuki memajang tiga model hybrid andalannya di GJAW 2025. Dengan harga kompetitif dan klaim konsumsi bbm yang hemat, mobil-mobil ini menjadi pusat perhatian.

2 hari yang lalu


Berita
Suzuki Swift Capai 10 Juta Unit Penjualan Global

Apakah akan hadir lagi di Indonesia?

2 bulan yang lalu


Berita
Melihat Suzuki Dzire, Sedan Berbasis Swift Yang 'Nyaris' Dijual Di Indonesia

Sedan ini dibangun menggunakan basis yang sama dengan Suzuki Swift.

6 bulan yang lalu


Berita
Suzuki India Merilis Swift Versi Sedan Dengan Harga Rp 126 Jutaan, Intip Spesifikasinya

Suzuki Dzire Tour S baru saja diluncurkan di India. Berikut spesifikasinya.

8 bulan yang lalu


Crash Test
EV Lebih Aman Dari ICE? Ini Data Test Dari Australia

Australian NCAP (Australian New Car Assessment Program) mengungkap bahwa secara mobil-mobil setrum ini justru lebih aman dibandingkan dengan mobil internal combustion engine (ICE).

10 bulan yang lalu


Berita
Brand China Dominasi Singapore Motorshow 2025

Brand China lebih banyak dari merek Jepang ataupun Eropa

10 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Denza N8L Isi Daya Penuh Cuma 9 Menit, Siap Dijual Rp 900 Jutaan

Untuk pasar China, Denza N8L sudah bisa dipesan. Mobil ini telah dilengkapi teknologi flash charging.

2 jam yang lalu


Berita
Otoproject Studio Dibuka Di Dua Mall Besar, Bisa Coba Produk Langsung

Pembukaan Otoproject Studio di Summarecon Mall Bekasi 2 dan Serpong 2 tawarkan pengalaman interaktif coba produk automotive essentials langsung.

3 jam yang lalu


Pikap
Komparasi Spesifikasi JAC Trekker T90 EV vs Foton e Tunland

Komparasi spesifikasi JAC Trekker T90 EV vs Foton e-Tunland: Dua pikap listrik 4x4 double cabin ladder frame dengan baterai 88 kWh, tenaga hingga 335 hp, dan jarak tempuh 340-350 km.

4 jam yang lalu


Berita
Changan Deepal S05, Siap Jadi REEV Pertama Yang Dijual Di Indonesia

Changan Deepal S05 REEV Indonesia diperkenalkan sebagai REEV pertama di Tanah Air. Teknologi range extender dengan mesin generator, baterai LFP 27,28 kWh, jangkauan hingga 1.000 km.

4 jam yang lalu


Berita
Penjualan GWM Naik Dari Tahun Sebelumnya, Ini Tiga Model Terlaris Saat Ini

GWM Indonesia raih kenaikan penjualan 164% di Q1 2026. Versi diesel Tank 300 dan 500 dominasi 90% jualan Tank series di tengah pasar otomotif lesu.

8 jam yang lalu