OTODRIVER – Kalau diperhatikan, dunia otomotif sebenarnya terbagi menjadi dua kubu. Ada negara yang memakai mobil bersetir kiri dan berjalan di sisi kanan jalan, sementara negara lain memakai mobil bersetir kanan dan berjalan di sisi kiri.
Lantas, mana yang lebih banyak?
Jawabannya adalah setir kiri.
Menurut WorldStandards, sekitar 35 persen populasi dunia tinggal di negara yang menerapkan lalu lintas sisi kiri. Artinya, sekitar 65 persen populasi dunia berada di negara yang berkendara di sisi kanan, dengan mobil yang umumnya bersetir kiri.
Dari sisi jumlah negara, selisihnya juga mencolok. Hanya sekitar 75 negara dan wilayah yang memakai sisi kiri, termasuk Inggris, Jepang, Indonesia, Australia, India, Thailand, dan Malaysia.
Lantas, kenapa dunia bisa terbelah seperti ini? Jawabannya ternyata jauh lebih tua daripada sejarah mobil.
Sebelum ada mobil, manusia bepergian dengan kuda dan kereta. Salah satu teori populer menyebut kebiasaan berjalan di sisi kiri berkaitan dengan mayoritas manusia yang menggunakan tangan kanan. Pada zaman ketika perjalanan rawan serangan, berjalan di sisi kiri membuat tangan kanan yang dominan lebih dekat dengan orang yang datang dari arah berlawanan. Tangan itu bisa dipakai untuk memegang senjata. Kebiasaan ini lalu berkembang menjadi aturan lalu lintas di sejumlah wilayah.
Inggris mempertahankan tradisi tersebut. Aturan berkendara di sisi kiri akhirnya diwajibkan di Inggris pada 1835. Ketika Inggris membangun kolonisasi kebiasaan ini ikut menyebar ke berbagai wilayah jajahannya. Itulah sebabnya Australia, India, Afrika Selatan, Malaysia, dan sejumlah negara lain sampai sekarang masih memakai lajur kiri.
Sementara itu, tradisi berkendara di sisi kanan berkembang kuat di Prancis, lalu menyebar ke banyak negara Eropa. Pengaruh Napoleon ikut mempercepat penyebarannya ke wilayah-wilayah yang ia taklukkan.
Setir kanan di Indonesia
Posisi berkendara di Indonesia dipengaruhi oleh peraturan yang diterapkan oleh pemerintahan kolonial Belanda. Tapi bukankah Belanda menggunakan mobil dengan posisi kemudi di kiri?
Belanda memang awalnya menggunakan posisi berkendara di sisi kiri dan kemudian dibawa ke Hindia Belanda. Namun ketika Kerajaan Belanda jatuh ke dalam pendudukan Napoleon peraturan tersebut berubah.
Hanya saja perubahan tersebut tidak lantas dibawa ke seluruh daerah jajahannya dan Indonesia atau Hindia Belanda termasuk wilayah yang tidak terpengaruh oleh perubahan tersebut.
Indonesia pun tetap berkendara di sisi kiri, kebiasaan yang juga sejalan dengan Jepang, yang menduduki Indonesia pada masa Perang Dunia II dan juga memakai sisi kiri.
Jadi, meski setir kiri lebih banyak di dunia, setir kanan di Indonesia bukan kebetulan. Ia adalah warisan sejarah panjang yang jauh lebih tua dari mobil itu sendiri. (SS)
